GAYO LUES | insetgalusnews.com | Tokoh muda Gayo Lues, dr Febry Caesariyanto Safar MSM, mendorong percepatan hilirisasi komoditas kopi sebagai strategi utama dalam meningkatkan perekonomian daerah dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gayo Lues.
Menurut Febry, potensi kopi Gayo yang selama ini masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah (green bean) membuat nilai tambah ekonomi belum optimal dinikmati di tingkat lokal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh tahun 2025, Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu dari tiga sentra utama produsen kopi Arabika Gayo di Aceh, dengan luas lahan mencapai 2.510 hektare dan produksi sekitar 1.728 ton per tahun.
“Potensi besar ini belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat karena rantai nilai masih terpusat di luar daerah,” ujar Febry, Sabtu (18/4/2026).
Ia menekankan pentingnya perencanaan dan penguatan kebijakan hilirisasi yang dimulai dari pembangunan industri pascapanen di daerah. Menurutnya, pengembangan proses roasting, packaging, hingga branding menjadi kunci untuk meningkatkan mutu dan daya saing kopi Gayo Lues.
“Dengan penguatan di sektor hilir, kopi Gayo Lues tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar ekspor global,” katanya.
Selain itu, Febry juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas. Ia turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui program GRETEK sebagai upaya awal dalam pengembangan komoditas unggulan kopi.
Ia berharap, hilirisasi kopi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap PAD secara berkelanjutan.
“Pada akhirnya, nilai tambah dari komoditas ini harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Gayo Lues,” demikian dr Febry.
Insetgalusnews | Noviel Wijayandi


































