GAYO LUES | insetgalusnews.com | Jenazah pendaki asal Binjai, Kota Medan, almarhum Kris Biantoro akhirnya disepakati untuk dikebumikan di puncak Sabana Gunung Leuser.
Kesepakatan tersebut diambil dalam pertemuan antara pihak keluarga dan Balai Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kantor TNGL Blangkejeren, yang disaksikan oleh pihak TNI-Polri, Senin (13/4/2026).

Koordinator tim evakuasi Kapospol Blang Jerango, Aiptu Zen Herman, mengatakan pihak keluarga yang diwakili oleh abang kandung korban telah menandatangani surat pernyataan persetujuan pemakaman di lokasi tersebut.
“Pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan dan menerima jenazah almarhum dikebumikan di puncak Leuser, tepatnya di kawasan padang Sabana,” ujar Zen Herman, Senin malam sekitar pukul 19.11 WIB.
Menurutnya, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi medan yang sangat ekstrem serta keterbatasan waktu dan keselamatan tim evakuasi jika proses penurunan jenazah tetap dipaksakan.
“Cuaca di puncak sangat ekstrem, sehingga menyulitkan proses evakuasi,” katanya.
Diketahui, upaya evakuasi terhadap korban sebelumnya telah dilakukan oleh tim gabungan. Namun, faktor cuaca buruk dan medan berat menjadi kendala utama di lapangan.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, proses penanganan jenazah akan dilakukan di lokasi puncak sesuai prosedur yang disepakati bersama pihak terkait.
Redaksi | insetgalusnews.com


































