Dari Cleaning Service ke Kepala Sekolah. Perjalanan Inspiratif Marjuan Menaklukkan Keterbatasan

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:51 WIB

501,920 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMA Muhamadiyah Gayo Lues, Marjuan SPd MPd Gr bersama Jurnalis Insetgalusnews Ibrahim Aceh, Bemung 16 Pebruari 2026

Kepala SMA Muhamadiyah Gayo Lues, Marjuan SPd MPd Gr bersama Jurnalis Insetgalusnews Ibrahim Aceh, Bemung 16 Pebruari 2026

 Di saat banyak orang menyerah pada keadaan, Marjuan justru menjadikannya bahan bakar perjuangan. Pemuda kelahiran Aceh Tenggara ini pernah membersihkan kampus demi membayar kuliah, menahan lapar di perantauan, hingga akhirnya dipercaya memimpin SMA Muhammadiyah Gayo Lues. Sebuah perjalanan hidup yang membuktikan, keteguhan hati mampu mengubah keterbatasan menjadi prestasi.

PARIWARA | insetgalusnews.com | Perjalanan hidup tidak selalu berjalan lurus. Bagi Marjuan, pemuda kelahiran 6 Juli 1995 asal Aceh Tenggara, setiap langkah menuju kesuksesan justru ditempa oleh keterbatasan. Melalui proses seleksi kelayakan dan kepatutan, ia dipercaya memimpin SMA Muhammadiyah Gayo Lues sebagai kepala sekolah di usia yang relatif muda, sebuah amanah yang datang setelah perjalanan panjang penuh perjuangan.

Di bawah kepemimpinannya, sekolah tersebut berhasil memperoleh izin operasional dari Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh atas rekomendasi Dinas Pendidikan Aceh, sekaligus meraih penilaian Grade A. Status ini menunjukkan mutu penyelenggaraan pendidikan yang dinilai layak dan kompetitif, terutama dalam mendukung proses belajar mengajar serta prestasi siswa pada tahun pelajaran ketiga, 2025/2026.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Marjuan dikenal sebagai sosok pendidik sederhana, disiplin, dan memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan berkarakter Islami. Ia menempuh pendidikan S1 hingga S2 di Universitas Pembangunan Panca Budi dengan perjuangan tidak ringan. Saat kuliah, ia bekerja sebagai petugas kebersihan kampus demi membiayai studinya sendiri. Bahkan, dalam masa sulit ia pernah tinggal di masjid dan menahan lapar karena keterbatasan ekonomi. Kondisi itu tidak memadamkan semangatnya, justru menguatkan tekad hingga akhirnya ia memperoleh kesempatan beasiswa yang mengantarkannya meraih gelar magister. Ia pun berkeinginan melanjutkan studi doktoral jika peluang terbuka.

Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, Marjuan tumbuh dalam keluarga sederhana yang membentuk karakter tangguh dan mandiri. Baginya, pendidikan adalah jalan perubahan nasib, bukan sekadar gelar akademik. Prinsip hidupnya sederhana namun kuat: keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dalam memimpin sekolah, ia menekankan peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter, serta pengembangan potensi akademik dan nonakademik siswa. Ia mengusung visi membentuk lulusan unggul yang beriman, mandiri, berwawasan global, serta berjiwa entrepreneur dalam bingkai nilai-nilai Muhammadiyah. Visi tersebut diwujudkan melalui penguatan kegiatan keagamaan, pembiasaan nilai keislaman, peningkatan kompetensi warga sekolah, hingga pembinaan keterampilan kewirausahaan agar peserta didik siap bersaing di tingkat lokal maupun nasional.

Ia berharap sekolah yang dipimpinnya dapat menjadi lembaga pendidikan unggulan di Kabupaten Gayo Lues, tidak hanya berprestasi secara akademik tetapi juga kuat dalam pembentukan akhlak, kemandirian ekonomi, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Menutup perbincangan di Bemung, Marjuan menyampaikan terima kasih kepada orang tua murid atas kepercayaan yang diberikan, seraya menegaskan komitmennya menjaga kualitas pendidikan agar ijazah yang diterima siswa memiliki standar mutu setara sekolah negeri di Republik Indonesia.


Catatan Redaksi | Tulisan ini mengandung kadar inspirasi yang dapat menyebabkan pembaca tiba-tiba rajin belajar, lebih bersyukur, dan berhenti mengeluh pada Senin pagi. Jika setelah membaca Anda merasa termotivasi memperbaiki hidup, itu bukan efek samping, melainkan tujuan utamanya.

insetgalusnews.com | Ibrahim Aceh

Berita Terkait

EPISODE 4 (TAMAT) SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Pada akhirnya, setiap perjalanan akan bermuara pada satu tujuan “pulang”.
SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:20 WIB

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53 WIB

BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temu Ramah MPLS, Kacabdin Galus Dorong Gerakan Bersama Bentuk Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan