PUISI & BUDAYA | Kamis, 13 November 2025 - 16:22 WIB
Di Gayo, orang menyebutnya gegurun. Bukan kesurupan seperti di film horor, tapi momen ketika ruh turun dan tubuh tiba-tiba jadi kuat luar biasa, seolah…
PUISI & BUDAYA | Minggu, 2 November 2025 - 18:10 WIB
Tulisan ini tidak dibuat untuk menantang hujan ataupun memanggil petir. Bila setelah membaca ini Anda tiba-tiba mendengar guruh, itu bukan karena kami menulis nyarang,…
PUISI & BUDAYA | Jumat, 1 Agustus 2025 - 18:11 WIB
Artikel ini ditulis bukan untuk bikin Anda ikut-ikutan bertapa atau buka lahan di hutan. Tapi semata untuk mengenalkan budaya Gayo yang penuh makna dan…
PUISI & BUDAYA | Rabu, 30 Juli 2025 - 11:44 WIB
Bismillahi Rahmanirahim Abdul Karim mulai caritra, Museheded Tauhid, Museheded Rasul, Di dalam usul mulahir nyata.” Adalah lantun awal yang mengalir lembut. “La hoya sare,”…
PUISI & BUDAYA | Rabu, 16 Juli 2025 - 15:05 WIB
“Di negeri sunyi berselimut kabut, lahirlah bayang yang tak bertubuh-Baen Item disebut. Ia bukan sekadar bayang-bayang, tapi sahabat gaib yang menyatu dengan terang dan…
PUISI & BUDAYA | Selasa, 15 Juli 2025 - 14:20 WIB
“Apah Onot bukan sekadar dongeng masa lalu. Ia adalah sosok jelmaan, lahir dari keyakinan penganut ilmu hitam bagian dari refleksi Ntube. Bayang kelam yang…
PUISI & BUDAYA | Senin, 14 Juli 2025 - 16:53 WIB
Di negeri bernama Tanah Huruf, berdiri menara dari batu yang bisu-tempat anak-anak diajari menjawab bukan bertanya, menghafal huruf tanpa makna. Pitur, sang bintang bersinar…
PUISI & BUDAYA | Senin, 14 Juli 2025 - 15:50 WIB
Esai Sastra | Ilustrasi | doc | insetgalusnews | BUDAYA | insetgalusnews.com | Malam hari punya caranya sendiri untuk mendidik anak-anak. Di sana, di…
PUISI & BUDAYA | Senin, 14 Juli 2025 - 11:28 WIB
“Di lembah sunyi tempat waktu tertambat, Bulan bundar menggantung tanpa suara, Seorang penari datang-telanjang jiwa dan raga, Berputar pelan dalam peluk keheningan semesta.Ia menari…
PUISI & BUDAYA | Sabtu, 5 Juli 2025 - 22:19 WIB
“ODE UNTUK GAYO LUES”By: Malik Lingga Detak kota melambat. Seperti jantung yang meraba-raba cahaya, warung‑warung menahan napas, beras di karung menunggu tangan yang tak…