Mengenal Lebih Dekat Muhtarudin, Kepala SMA Negeri 1 Putri Betung yang Visioner dan Membumi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:11 WIB

501,963 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhtarudin SPdI, MPd, Gr, kepala SMA Negeri 1 Putri Betung, yang dikenal sebagai pribadi rendah hati, ramah, dan dekat dengan siapa saja |doc|ibr|inset|

Muhtarudin SPdI, MPd, Gr, kepala SMA Negeri 1 Putri Betung, yang dikenal sebagai pribadi rendah hati, ramah, dan dekat dengan siapa saja |doc|ibr|inset|

Jika biasanya jabatan kepala sekolah identik dengan sosok serius dan penuh wibawa, Ia justru membalikkan anggapan itu. Di sela acara buka puasa bersama, ia lebih sering terlihat tertawa ringan, menyapa satu per satu guru dan siswa, bahkan tak sungkan duduk lesehan bercengkerama. Namun jangan salah-di balik senyumnya yang santai, tersimpan visi besar tentang masa depan pendidikan di Gayo Lues

PARIWARA | insetgalusnews.com | Senja perlahan turun di Putri Betung. Di sela suasana hangat buka puasa bersama, sosok itu menyambut dengan senyum tenang dan tutur kata bersahaja. Dialah Muhtarudin SPdI, MPd, Gr, kepala SMA Negeri 1 Putri Betung, yang dikenal sebagai pribadi rendah hati, ramah, dan dekat dengan siapa saja.

Lahir di Gayo Lues pada 1983, Muhtarudin merupakan putra daerah yang menapaki kariernya dari bawah. Di usia 34 tahun, ia dipercaya mengemban amanah sebagai kepala sekolah. Sebuah pencapaian yang tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang dan konsistensi dalam dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meniti Karier dari Satu Sekolah ke Sekolah Lain

Perjalanan kepemimpinan Muhtarudin dimulai di SMA Negeri 2 Blangkejeren (2017–2019). Ia kemudian melanjutkan pengabdian di SMA Negeri 1 Blangjerango (2019–2021), sebelum akhirnya dipercaya memimpin SMA Negeri 1 Putri Betung sejak 2021 hingga sekarang.

Di setiap tempat tugasnya, ia membawa visi yang sama. Mewujudkan peserta didik yang disiplin, cerdas, terampil, dan berakhlak mulia. Baginya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter.

“Sekolah harus menjadi ruang tumbuh. Anak-anak bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat dalam moral dan spiritual,” ujarnya dalam perbincangan ringan.

Prestasi dan Pengakuan

Dedikasi Muhtarudin mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Pada 2025, ia meraih penghargaan sebagai Kepala Sekolah Dedikatif Terbaik II dalam ajang Apresiasi GTK tingkat Provinsi Aceh. Penghargaan tersebut menjadi bukti, kerja sunyi di daerah juga mampu berbicara di panggung yang lebih luas.

Namun, bagi Muhtarudin, penghargaan bukan tujuan akhir. “Yang terpenting adalah perubahan nyata di sekolah dan masa depan anak-anak,” katanya.

Aktif Berdakwah dan Berorganisasi

Di luar tugasnya sebagai pendidik, Muhtarudin juga aktif berdakwah dari masjid ke masjid. Ceramah-ceramahnya kerap mengangkat tema pendidikan karakter dan pentingnya kejujuran dalam kehidupan.

Dalam organisasi, ia tercatat aktif di Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Gayo Lues sebagai sekretaris, serta terlibat di KNPI, PGRI, dan Majelis Dikdasmen dan PNF PD Muhammadiyah Gayo Lues sejak 2015 hingga sekarang. Aktivitas tersebut memperkaya pengalaman kepemimpinannya, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dalam memajukan pendidikan.

Disiplin, Jujur, dan Amanah

Menurutnya, kunci sukses dalam karier adalah disiplin, kejujuran, dan amanah. Kepercayaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, kata dia, tidak datang begitu saja. Semua harus dibuktikan melalui kinerja, integritas, serta kemampuan menunjukkan jati diri dan prestasi di bidang pendidikan.

Sejumlah tokoh masyarakat dan warganet menilai pengalaman dan rekam jejaknya layak menjadi pertimbangan untuk promosi jabatan di sekolah yang lebih besar. Harapan itu disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya selama ini dalam membangun pendidikan di pelosok Gayo Lues.

Hidup adalah Perjuangan dan Doa

Menutup perbincangan, Muhtarudin menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna. Hidup adalah perjuangan dan doa.

“Di mana pun kita berada, jadikan diri kita bermanfaat bagi semua orang,” tuturnya.

Di tengah tantangan pendidikan di daerah, sosok seperti Muhtarudin menunjukkan perubahan bisa dimulai dari ruang kelas, dari keteladanan, dan dari komitmen yang dijaga dengan sepenuh hati.

Insetgalusnews |Ir Ibrahim Aceh, MBA

Berita Terkait

SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H
Dia bernama Ibnu Hasim
Jejak Pengabdian “Bang Bram Aceh” Di Tanoh Gayo

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:40 WIB

Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 19:40 WIB

Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIB

Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Kamis, 23 April 2026 - 21:22 WIB

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan