SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:21 WIB

50475 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edwar Canto | Fhoto | ist |

Edwar Canto | Fhoto | ist |

EPISODE 2

Hamparan pepohonan membentang sejauh mata memandang. Di balik hijaunya perkebunan, suara tembakan dan ledakan sesekali memecah kesunyian.

Di daerah konflik itulah Edwar Canto mengawali perjuangan hidupnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan sebagai pejabat.

Bukan pula sebagai peneliti.

Ia hanyalah seorang sarjana muda yang sedang mencari masa depan.


PARIWARA |insetgalusnews.com | Tahun 1994 bukan masa yang mudah bagi lulusan perguruan tinggi dari daerah terpencil seperti Gayo Lues.

Setelah wisuda dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Edwar memilih bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Aceh Timur.

Keputusan itu diambil karena pilihan lain hampir tidak ada.

Setiap hari ia bekerja di tengah suasana yang tidak menentu. Konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia sedang berada pada fase yang intens.

Suara tembakan menjadi bagian dari keseharian.

Namun situasi sulit itu justru membentuk mentalnya.

Ia belajar bertahan, beradaptasi, dan tidak mudah menyerah.

Dua tahun kemudian, Edwar mengambil keputusan yang lebih besar lagi. Ia merantau ke Jakarta.

Tanpa koneksi dan tanpa jaminan keberhasilan, ia mengikuti seleksi pegawai negeri Departemen Pertanian.

Lebih dari 3.000 peserta mengikuti seleksi tersebut.

Persaingan sangat ketat.

Tetapi keberuntungan berpihak pada mereka yang bekerja keras.

Edwar dinyatakan lulus.

Ia ditempatkan sebagai peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan.

Kariernya perlahan menanjak.

Ia turun langsung mendampingi petani di lahan pasang surut Musi Banyuasin, mengembangkan teknologi budidaya padi, jagung, kedelai hingga melakukan berbagai penelitian pertanian.

Bagi Edwar, laboratorium terbaik bukanlah ruangan berpendingin udara.

Laboratorium terbaik adalah sawah dan ladang tempat petani menggantungkan hidup.

Keinginannya untuk terus belajar mendorongnya melanjutkan pendidikan magister di Universitas Padjadjaran Bandung.

Perjalanan akademik itu memperkuat kompetensinya sebagai peneliti dan pemulia tanaman.

Namun semakin tinggi kariernya berkembang di luar daerah, semakin kuat pula panggilan hatinya untuk pulang.

Ada satu pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya.

Untuk apa ilmu yang dimiliki jika tidak kembali memberi manfaat bagi tanah kelahirannya?

Tahun 2007 menjadi titik balik.

Setelah lebih dari satu dekade berkarier di Sumatera Selatan, Edwar memutuskan pulang ke Gayo Lues.

Sebuah keputusan yang mengubah arah hidupnya.

Ia meninggalkan zona nyaman demi satu tujuan: membangun kampung halaman.

(Bersambung ke Episode 3: “Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti”)


Redaksi | insetgalusnews.com

Berita Terkait

EPISODE 4 (TAMAT) SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Pada akhirnya, setiap perjalanan akan bermuara pada satu tujuan “pulang”.
SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H
Dia bernama Ibnu Hasim

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:20 WIB

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53 WIB

BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temu Ramah MPLS, Kacabdin Galus Dorong Gerakan Bersama Bentuk Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan