GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gayo Lues, Fauzul Iman ST MSi mendampingi tim Starbucks Farmer Support Center melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program pemberdayaan petani kopi yang tergabung dalam Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan monitoring berlangsung di lokasi mesin Ecomill milik petani di Desa Sepang dan Desa Porang, serta sejumlah lahan kopi milik petani binaan BNNK Gayo Lues.
Monitoring tersebut bertujuan mengevaluasi kesiapan pembangunan rumah mesin Ecomill, rumah kompos organik, serta perkembangan tanaman kopi yang sebelumnya menerima bantuan bibit dari Starbucks FSC melalui Program Pemberdayaan Kawasan Rawan Tanaman Terlarang (GDAD).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Starbucks Farmer Support Center (FSC), PT Ujang Jaya Internasional, Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar, dan BNNK Gayo Lues sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih ke komoditas legal dan produktif.
Dalam program itu, sebanyak 165.755 batang bibit kopi telah disalurkan kepada 160 petani binaan yang mengelola lahan seluas 104 hektare.
Fauzul Iman mengatakan, keberadaan mesin Ecomill diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen petani karena dapat mengolah buah kopi (cherry) menjadi gabah kopi secara lebih bersih dan efisien.
“Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan mutu hasil produksi kopi petani sekaligus memberikan nilai tambah terhadap komoditas kopi yang dihasilkan,” ujarnya.
Selain memantau pembangunan fasilitas pengolahan, tim juga melakukan peninjauan langsung ke kebun-kebun petani untuk memastikan penerapan standar operasional budidaya sesuai rekomendasi Starbucks FSC.
Tim menilai pola tanam dan pemeliharaan tanaman telah mengacu pada standar yang ditetapkan. Bibit yang digunakan merupakan bibit unggul yang diproduksi menggunakan media cocopeat atau cocovid, bukan media tanah, sehingga memiliki kualitas pertumbuhan yang lebih baik.
Fauzul Iman mengimbau seluruh petani binaan agar terus menerapkan standar budidaya yang telah direkomendasikan Starbucks FSC guna menjaga kualitas produksi dan keberlanjutan program.
“Kami berharap seluruh petani binaan tetap konsisten menjalankan SOP sesuai standar yang telah direkomendasikan sehingga hasil produksi kopi Gayo Lues semakin berkualitas dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Kegiatan monitoring berlangsung lancar dan didanai melalui anggaran Non-DIPA Tahun 2026.
Redaksi | insetgalusnews


































