GAYO LUES | Insetgalusnews.com | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gayo Lues menggelar asistensi bagi relawan antinarkotika untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tingkat desa.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman ST MSi mengatakan, penanganan ancaman narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, BNN dan aparat penegak hukum tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan relawan.
“Desa memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga lingkungan sosial tempat keluarga tumbuh dan generasi muda berkembang,” kata Fauzul.
Ia menekankan pentingnya pemberdayaan sumber daya desa untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkoba.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan diarahkan meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai bahaya narkotika, sekaligus mengoptimalkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) melalui pengajian, pertemuan warga, kegiatan PKK, Karang Taruna, serta forum desa.
BNNK Gayo Lues juga mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui komunikasi yang baik, pengawasan positif terhadap anggota keluarga, serta penanaman nilai moral dan agama. Upaya itu perlu ditopang kolaborasi berkelanjutan antara relawan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan BNNK.
Fauzul menegaskan, keberhasilan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tidak cukup diukur dari jumlah sosialisasi yang dilaksanakan. Keberhasilan juga harus tercermin dari meningkatnya kesadaran masyarakat, ketahanan keluarga, dan aksi nyata di lingkungan desa.
Ia berharap pemberdayaan relawan dapat memperkuat upaya mewujudkan Desa Bersih dari Narkoba di Kabupaten Gayo Lues.
Redaksi | insetgalusnews


































