Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:38 WIB

50856 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khairuddin (kiri) bersama Ibrahim Aceh (kanan) |Fhoto|Ist

Khairuddin (kiri) bersama Ibrahim Aceh (kanan) |Fhoto|Ist

Dari seorang guru di tanah rantau hingga dipercaya memimpin penyelenggaraan demokrasi di Negeri Seribu Bukit, perjalanan hidup Khairuddin menjadi kisah tentang pengabdian, disiplin, dan panggilan pulang ke kampung halaman. Sosok kelahiran Blangkejeren itu memilih meninggalkan karier nyaman di Lampung demi mengabdi untuk Kabupaten Gayo Lues, hingga akhirnya menapaki berbagai jabatan strategis dan kini memimpin KIP Gayo Lues.

PARIWARA | insetgalusnews.com | Di usia yang tidak lagi muda, Khairuddin memilih tetap berada di tengah pengabdian. Wajahnya tenang, tutur katanya sederhana, namun perjalanan hidup yang dilaluinya menyimpan kisah panjang tentang disiplin, integritas, dan panggilan pulang ke tanah leluhur.

Pria kelahiran 7 Maret 1962 itu merupakan putra asli Gayo Lues yang tumbuh dalam kesederhanaan. Masa kecilnya dihabiskan di kampung halaman sebelum kemudian menempuh pendidikan hingga ke luar daerah. Ia menyelesaikan pendidikan di SD Negeri 2 Blangkejeren pada 1971, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Blangkejeren dan tamat pada 1977. Setelah itu, ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Banda Aceh hingga lulus pada 1981.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semangat belajar membawanya merantau ke Medan. Di kota itu, Khairuddin menempuh pendidikan Diploma III Jurusan Bahasa Prancis di IKIP Medan dan selesai pada 1984. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) Jurusan Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Abulyatama Banda Aceh dan meraih gelar sarjana pada 2002.

Bekal pendidikan serta Akta III membawanya lolos menjadi Pegawai Negeri Sipil. Ia kemudian mengabdi sebagai guru di SMA Negeri 2 Bandar Lampung selama hampir satu dekade, sejak 1991 hingga 1999.

Namun, di tengah kenyamanan hidup di tanah rantau, hati kecilnya terus memanggil untuk pulang.

“Perjalanan hidup ini seperti air mengalir. Di mana pun kita berada, harus bisa memberi manfaat dan kebaikan,” tutur Khairuddin saat berbincang ringan dengan insetgalus.com.

Keputusan kembali ke Kabupaten Gayo Lues bukan semata soal pekerjaan, melainkan panggilan jiwa untuk mengabdi di tanah kelahiran orang tuanya. Dari situlah, perjalanan pengabdiannya di birokrasi dan penyelenggaraan demokrasi dimulai secara perlahan, setapak demi setapak.

Kepercayaan demi kepercayaan diberikan kepadanya. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris KIP Gayo Lues pada 2006–2008. Setelah itu, Khairuddin dipercaya menjadi Camat Dabun Gelang pada 2010–2012.

Kariernya terus berlanjut sebagai Kabag Tata Pemerintahan Setdakab Gayo Lues pada 2014–2016, kemudian menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Gayo Lues pada 2016–2018.

Pengalaman panjang di pemerintahan akhirnya membawanya kembali ke dunia kepemiluan. Pada 2018, ia dilantik sebagai Anggota KIP Gayo Lues untuk periode 2018–2023. Kepercayaan masyarakat dan pengalaman yang dimiliki kemudian mengantarkannya menjadi Ketua KIP Gayo Lues periode 2023 hingga sekarang.

Di balik jabatan yang diembannya, Khairuddin dikenal sebagai sosok yang menempatkan disiplin dan integritas sebagai prinsip utama dalam hidup. Baginya, kejujuran dan amanah merupakan fondasi penting dalam menjalankan tugas negara.

Selama berada di KIP Gayo Lues, ia telah dua periode terlibat langsung dalam penyelenggaraan pesta demokrasi. Salah satu pengalaman penting yang paling membekas baginya adalah penyelenggaraan Pilkada Gayo Lues 2017 yang melahirkan pasangan definitif H. Muhammad Amru dan H. Said Sani. Ia juga kembali mengawal jalannya Pilkada 2024 yang menetapkan pasangan Suhaidi dan Maliki sebagai kepala daerah definitif Kabupaten Gayo Lues periode 2024–2029.

Bagi Khairuddin, demokrasi bukan hanya soal pemungutan suara, melainkan tentang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses yang jujur dan adil.

Kini, di usia Kabupaten Gayo Lues yang terus bertambah, ia menyimpan harapan besar terhadap masa depan daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit itu. Ia optimistis duet kepemimpinan Suhaidi–Maliki mampu membawa perubahan dan harapan baru bagi masyarakat.

Salah satu program yang menurutnya memberi harapan besar bagi petani adalah GERETEK, terutama gerakan penanaman empat juta bibit kopi Ateng Super di sebelas kecamatan Kabupaten Gayo Lues.

Di ujung perbincangan, Khairuddin tidak banyak berbicara tentang dirinya sendiri. Ia justru lebih banyak menitipkan harapan bagi daerah yang dicintainya. Sebab baginya, pengabdian bukan tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa ditinggalkan untuk masyarakat dan tanah kelahiran.

insetgalusnews | Ibrahim Aceh

Berita Terkait

EPISODE 4 (TAMAT) SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Pada akhirnya, setiap perjalanan akan bermuara pada satu tujuan “pulang”.
SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H
Dia bernama Ibnu Hasim

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:20 WIB

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53 WIB

BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temu Ramah MPLS, Kacabdin Galus Dorong Gerakan Bersama Bentuk Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan