Pembunuhan dr Shanti Hastuti Terjadi Saat Sahur, Sempat Direkayasa Seolah Perampokan

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:17 WIB

503,614 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka FA (31) Warga Raklunung, Blangkejeren

Tersangka FA (31) Warga Raklunung, Blangkejeren

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Tersangka FA (31) mengakui telah membunuh dr Shanti Hastuti (46) di kediaman korban pada waktu sahur. Aksi tersebut dilakukan seorang diri dengan cara masuk ke rumah korban melalui jendela yang dicongkel menggunakan obeng.

Berdasarkan keterangan sementara tersangka, peristiwa terjadi pada pagi hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB. FA masuk ke dalam rumah korban secara diam-diam. Namun, saat berada di area dapur, tersangka tidak sengaja menyenggol gantungan pintu (gemerincing) yang menimbulkan suara sehingga membangunkan korban.

Korban yang terbangun kemudian memergoki keberadaan tersangka dan berteriak. Dalam kondisi panik, FA mengaku langsung membekap dan mencekik korban hingga lemas. Untuk memastikan korban meninggal dunia, tersangka kembali membekap hidung dan mulut korban dalam waktu cukup lama hingga tidak ada lagi pergerakan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena panik ketahuan, saya bilang jangan teriak, tapi bibik tu tambah kuat suaranya, saya langsung mencekik dan membekap mulut dan hidungnya,” ujar tersangka dalam pengakuannya.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, FA menutup tubuh korban menggunakan selimut. Ia kemudian menggeledah seluruh bagian rumah, baik di lantai atas maupun bawah. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencari barang berharga sekaligus mengaburkan motif kejahatan agar terlihat seperti perampokan.

Dari lokasi kejadian, tersangka mengaku mengambil sejumlah barang milik korban, di antaranya satu unit sepeda motor yang dibawa pada pagi hari setelah kejadian, serta sebuah laptop dari area klinik.

Selain itu, tersangka juga mengungkapkan dirinya membawa pisau di pinggang saat melakukan aksi. Namun, ia menegaskan tidak menggunakan senjata tersebut untuk melukai korban, melainkan hanya menggunakan tangan saat melakukan pembekapan dan pencekikan.

FA juga mengaku sempat kembali ke sekitar lokasi, tepatnya ke area klinik milik korban, pada hari berikutnya setelah pulang dari Kutacane-Aceh Tenggara untuk mengambil barang lain.

Terkait motif, tersangka menyebut perbuatannya dilakukan karena “khilaf” setelah aksinya diketahui korban. Meski demikian, aparat kepolisian masih terus mendalami motif dan kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk melengkapi alat bukti serta mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.


Redaksi | insetgalusnews | Informasi dalam berita ini dihimpun dari video pengakuan sementara tersangka yang beredar di media sosial saat proses interogasi oleh petugas. Keterangan tersebut belum merupakan hasil akhir penyidikan dan masih dapat berkembang sesuai dengan fakta dilapangan.

Berita Terkait

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah
Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab
ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika
Basri Apresiasi Pelantikan 248 Kepsek oleh Gubernur Aceh, Sembilan Kepala Sekolah Asal Gayo Lues Terima Amanah Baru
Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan
BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan
BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan
Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:20 WIB

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53 WIB

BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temu Ramah MPLS, Kacabdin Galus Dorong Gerakan Bersama Bentuk Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan