Sirup Siluman Dana APBD, Legislatif Di Kacangi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 19 Maret 2025 - 16:09 WIB

501,021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Google

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Program pengadaan sirup senilai Rp600 juta di Kabupaten Gayo Lues menuai sorotan tajam. Ditengah gencarnya upaya efisiensi anggaran berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025, muncul proyek pengadaan sirup (pemanis buatan) oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM yang diduga kuat disisipkan tanpa sepengetahuan DPRK.

Data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP menunjukkan, proyek dengan kode RUP 57622366 tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025. Besarnya anggaran menimbulkan pertanyaan, mengingat program tersebut tidak pernah dibahas dalam rapat pengesahan APBD 2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, menurut sejumlah sumber, anggaran sirup itu tiba-tiba muncul usai pembahasan dan pengesahan APBD, diduga akibat manipulasi dokumen oleh Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK). Sumber internal menyebut adanya “penyisipan diam-diam” dalam dokumen anggaran sebelum dikirim ke Provinsi Aceh untuk dievaluasi.

“Bisa jadi setelah APBD disahkan, TAPK diam-diam menyisipkan paket pengadaan ini. Bahkan tidak ada telaah staf dari dinas terkait,” ujar salah satu sumber terpercaya.

Kepala Badan Keuangan Daerah, Sukri, yang juga Sekretaris TAPK, saat dikonfirmasi pada Rabu (19/3/2025), justru mengarahkan wartawan untuk bertanya kepada Sekretaris Daerah. Namun, Sekda mengaku tidak tahu-menahu dan menyebut saat itu TAPK masih dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, dr. Nevirizal.

Nevirizal sendiri mengakui bahwa program tersebut memang ada, namun menyebut besarannya kemungkinan berubah saat efisiensi dilakukan. “Kalau tidak salah ada dianggarkan, tapi bisa saja dikurangi atau ditambah saat efisiensi. Lebih jelasnya tanya Sekretaris TAPK,” alamaakk.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi sebelumnya menyebut program sirup bertujuan menekan inflasi. Namun pernyataan ini dikritik oleh Anggota DPRK Gayo Lues, H. Ibnu Hasim.

Menurut Ibnu Hasim, jika tujuan pengadaan sirup adalah untuk bantuan ke masyarakat, maka penempatan anggaran di Dinas Perdagangan dan Koperasi tidaklah tepat.

Redaksi | insetgalusnews |

Berita Terkait

Satu Pelaku Diburu, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Sita 957 Gram Ganja
Kemenekraf Dorong Peserta AdCamp Skill Up Lab Hasilkan Materi Iklan dari Daerah
Pimpinan Dewan Optimis Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Gayo Lues
Gelar AdCamp Skill Up Lab di Gayo Lues, Kemenekraf Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
174 Kelompok Tani Lolos Verifikasi, 2.500 Hektare Lahan Segera Ditanami Kopi
Hujan Deras Picu Air Meluap, Kendaraan Roda Enam Terguling di Aih Bobo
AML Nilai MBG Lebih Tepat Dikelola Melalui Dapur SPPG
Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kampung Lokop Baru Gayo Lues

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Polisi Sasar Judi Online di Gayo Lues, Dua Pria Diamankan di Warung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Ibnu Hafit: Pencegahan Narkoba Dimulai Dari Lingkungan Keluarga 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026, Sasar Knalpot Brong dan Helm

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:42 WIB

BNNK Gayo Lues Perkuat Relawan, Fauzul Iman: Cegah Narkoba dari Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:50 WIB

BNNK Libatkan Relawan dari Sembilan Desa. Plt Sekda: Kita Butuh Keterlibatan Semua Pihak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dua Paket Sabu Seberat 0,38 Gram Disita dari Pria di Durin

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:02 WIB

KPK Anugerahi Kampung Kota Rikit Gaib Penghargaan Desa Bebas Korupsi, Raih Skor 90,5

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Pemkab Gayo Lues Luncurkan Program Kopi untuk Ekonomi Kerakyatan

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan