GAYO LUES | insetgalusnews.com | Sebanyak 11 desa di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dilaporkan hilang dari peta pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit tersebut.
Berdasarkan pantauan insetgalusnews.com, Senin (15/12/2025), kesebelas desa tersebut wajib direlokasi karena rata-rata lebih dari 80 persen wilayah permukiman hanyut terbawa arus, serta kondisi geografis yang dinilai tidak lagi aman untuk dihuni dan berpotensi memicu bencana berulang.

Adapun desa-desa terdampak tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kampung Uyem Beriring di Kecamatan Tripe Jaya. Desa Kuning di Kecamatan Rikit Gaib, Desa Rigeb di Kecamatan Dabun Gelang, serta tiga desa di Kecamatan Pantan Cuaca, masing-masing Desa Remukut, Seneren, dan Tetingi.
Selain itu, tiga desa lainnya berada di Kecamatan Pining, yaitu Desa Uring, Pepelah dan Kampung Pining, kemudian Desa Ramung Musara di Kecamatan Putri Betung serta Kampung Agusen di Kecamatan Blangkejeren.
Informasi hilangnya desa-desa tersebut dari peta wilayah diperoleh melalui pemantauan perangkat satelit, yang menunjukkan perubahan bentang alam secara signifikan akibat terjangan banjir bandang dan longsor.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait lokasi relokasi maupun skema penanganan lanjutan bagi warga terdampak.
Redaksi | insetgalusnews.com


































