GAYO LUES | insetgalusnews.com | Metode penanaman kopi sederhana yang dikenal dengan istilah Cangkol Tanam sebaiknya diperkenalkan sebagai alternatif praktis bagi masyarakat Gayo Lues untuk memulai budidaya kopi tanpa terbebani pola tanam yang terlalu rumit.
Metode ini dinilai lebih menekankan efisiensi kerja di lapangan dengan menyesuaikan kondisi kontur lahan, sekaligus menjadi solusi bagi petani pemula yang selama ini ragu memulai penanaman akibat banyaknya teori teknis yang dianggap kaku.
Sejumlah praktisi pertanian kopi menilai, karakteristik tanah di sebagian besar wilayah Gayo Lues yang tergolong subur memungkinkan penerapan metode tanam yang lebih fleksibel, selama prinsip dasar pertumbuhan tanaman tetap terpenuhi.
“Selama ini banyak petani takut memulai karena menganggap menanam kopi harus mengikuti teori secara mutlak. Padahal teori itu sifatnya panduan, sementara praktik di lapangan harus menyesuaikan kondisi tanah dan kontur lahan,” ujar salah seorang praktisi kopi di Gayo Lues, Selasa (7/5/2026).
Metode Cangkol Tanam sendiri berfokus pada percepatan pembuatan lubang tanam tanpa mengabaikan kebutuhan dasar bibit kopi.
Pada tahap pertama, petani cukup membuat lubang tanam dengan satu titik hantaman cangkul dengan kedalaman yang disesuaikan dengan tinggi plastik polybag tempat bibit kopi disemai. Tanah kemudian dilonggarkan secukupnya agar akar tunggang bibit dapat masuk lurus tanpa tertekuk.
Untuk pengaturan jarak tanam, petani tidak harus menggunakan alat ukur khusus. Jarak antar tanaman dapat diperkirakan menggunakan panjang gagang cangkul atau langkah kaki sebagai patokan, dengan penyesuaian mengikuti kontur lereng agar barisan tanaman tetap rapi.
Proses penanaman dilakukan dengan melepaskan polibag bibit secara hati-hati agar media tanam tidak pecah. Bibit kemudian dimasukkan ke lubang dan ditimbun menggunakan tanah lapisan atas yang lebih subur.
Tahap pemadatan menjadi bagian penting dalam metode ini. Tanah di sekitar pangkal bibit perlu dipadatkan menggunakan injakan kaki untuk menghindari rongga udara yang dapat memicu gangguan akar serta mencegah tanaman mudah roboh saat diterpa angin.
Sementara untuk lahan berkontur miring, disarankan membuat bidang datar kecil atau tapak kuda di sekitar titik tanam agar air hujan tidak langsung mengikis tanah timbunan.
Dengan teknik tersebut, satu orang disebut mampu menyelesaikan ratusan titik tanam dalam sehari, sehingga proses perluasan kebun kopi dapat dilakukan lebih cepat.
Metode ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat Gayo Lues untuk memanfaatkan lahan produktif dan mendukung pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Redaksi | insetgalusnews | Metode Cangkol Tanam dalam tulisan ini merupakan panduan praktis berbasis pengalaman lapangan sejumlah petani dan praktisi kopi di Gayo Lues. Teknik ini bersifat alternatif dan dapat disesuaikan dengan kondisi tanah, kemiringan lahan, varietas kopi, serta faktor iklim setempat. Untuk hasil budidaya yang optimal, petani tetap disarankan berkonsultasi dengan penyuluh pertanian atau tenaga teknis terkait sebelum menerapkan metode penanaman secara luas.


































