GAYO LUES | insetgalusnews.com | Anggota DPRK Gayo Lues, H Ibnu Hasim, menyoroti penanganan longsor di ruas jalan nasional Blangkejeren-Kutacane setelah sebuah kendaraan roda empat jenis pikap terjatuh ke pinggir sungai di kawasan Tetumpun, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.

Menurut informasi yang diterima, peristiwa bermula saat terjadi longsor di ruas jalan Tetumpun-Putri Betung. Kendaraan pikap tersebut berupaya melintas di lokasi longsor, namun tidak berhasil karena material tanah menutupi badan jalan.
Kendaraan kemudian terjebak di tengah area longsoran dan tidak dapat bergerak maju maupun mundur. Di saat bersamaan, material longsor terus bergerak turun hingga akhirnya menyeret kendaraan tersebut ke pinggir sungai.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun peristiwa tersebut sempat mengganggu arus transportasi di jalur Blangkejeren-Kutacane,” kata Ibnu Hasim.
Akibat longsor, antrean kendaraan dari kedua arah mengular hingga pagi hari. Hingga sekitar pukul 08.30 WIB, sejumlah kendaraan masih belum dapat melintas. Bahkan, jenazah dr. Irpan yang hendak dibawa ke Blangkejeren dilaporkan terpaksa dipindahkan dengan cara digotong melewati lokasi longsor.
Ibnu Hasim juga mempertanyakan kesiapsiagaan pihak pelaksana pemeliharaan jalan, PT Hutama Karya (HK), dalam menangani kondisi darurat tersebut. Menurutnya, hingga pagi hari tidak terlihat adanya personel maupun alat berat di lokasi kejadian.
Padahal, berdasarkan pemberitahuan yang sebelumnya disampaikan pihak kontraktor, ruas jalan tersebut diberlakukan sistem buka-tutup untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan, yakni ditutup pukul 08.00–11.00 WIB, dibuka pukul 11.00–13.00 WIB, kemudian ditutup kembali pukul 13.00–16.00 WIB.
Atas kejadian tersebut, Ibnu Hasim meminta pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan agar meningkatkan kedisiplinan dan kesiapsiagaan petugas di lapangan, terutama saat terjadi bencana yang berpotensi mengganggu akses transportasi masyarakat.
“Kami berharap pihak yang bertanggung jawab dapat lebih sigap dalam menangani kondisi darurat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Hutama Karya terkait insiden tersebut maupun langkah penanganan yang dilakukan di lokasi longsor.
Redaksi | insetgalusnews


































