GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kelangkaan bahan bakar minyak di Kabupaten Gayo Lues semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, krisis pasokan BBM juga mulai mengganggu proses pendidikan, karena sejumlah siswa yang berdomisili jauh dari sekolah terpaksa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Pantauan Insetgalusnews.com, antrean kendaraan masih mengular di sejumlah SPBU. Warga rela menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM, namun tidak sedikit yang harus pulang dengan tangan kosong karena stok telah habis.
Kondisi tersebut turut merembet hingga ke tingkat pengecer. Hampir seluruh pengecer di sejumlah wilayah dilaporkan kehabisan pasokan, sehingga masyarakat tidak lagi memiliki alternatif untuk memperoleh BBM.
Akibatnya, aktivitas masyarakat di berbagai sektor mulai tersendat. Sebagian pekerja kesulitan menjalankan usahanya, distribusi barang melambat, dan warga membatasi perjalanan karena keterbatasan bahan bakar.
Dampak yang paling memprihatinkan terjadi di sektor pendidikan. Sejumlah siswa yang tinggal di desa-desa dengan jarak cukup jauh dari sekolah tidak dapat berangkat karena kendaraan yang biasa mereka gunakan kehabisan BBM. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu keberlangsungan proses belajar apabila kelangkaan terus berlanjut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi BBM agar aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kegiatan belajar mengajar tidak semakin terganggu.
Hingga berita ini diterbitkan pada pukul 16.00 wib Kamis (16/7/2026) kelangkaan BBM di Kabupaten Gayo Lues masih terjadi dan belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali normal.
Redaksi | insetgalusnews


































