GAYO LUES | insetgalusnews.com | Hingga hari ke-21 pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Gayo Lues, sejumlah akses antar kecamatan masih terputus. Kondisi ini memaksa warga berinisiatif membangun jembatan darurat secara swadaya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, Senin (15/12/2025).
Pantauan insetgalusnews.com, warga Desa Badak Uken, Kecamatan Dabun Gelang, bergotong royong membangun jembatan darurat dengan memanfaatkan batang pohon bekas gergajian yang hanyut dan terdampar di aliran sungai setempat. Batang kayu tersebut disusun sebagai landasan, kemudian dilapisi papan hasil olahan warga dari sisa kayu hanyut agar dapat dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Salah seorang warga, Jack Gayo, mengatakan jembatan darurat tersebut menjadi satu-satunya akses sementara bagi masyarakat setelah jembatan utama rusak akibat terjangan banjir.
“Sejak jembatan putus akibat banjir, aktivitas warga benar-benar terhambat. Anak-anak sekolah, warga yang ke kebun, hingga akses ke layanan kesehatan jadi sulit. Karena belum ada jembatan pengganti, kami terpaksa bergotong royong membangun jembatan darurat agar bisa dilalui sementara,” ujar Jack Gayo.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan membangun jembatan permanen agar mobilitas dan perekonomian warga dapat kembali normal.
Berita ini disiarkan melalui perangkat satelit.
Redaksi | insetgalusnews


































