“Gayo Lues Dijadikan Kandang Harimau?” Jack Gayo Desak Peninjauan Zona Inti Gunung Leuser

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 21:37 WIB

501,937 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Tokoh masyarakat Gayo Lues, Jack Gayo, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah yang dinilainya merugikan warga di pedalaman. Ia menyoroti pelepasan ratusan ekor harimau ke kawasan hutan Gayo Lues yang menurutnya terlalu dekat dengan permukiman penduduk.

“Pemukiman di pinggiran hutan Gayo Lues sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Tapi sekarang justru kami dianggap sebagai pengganggu oleh mereka yang katanya pecinta satwa. Boleh memuliakan binatang, tapi jangan lupakan memuliakan manusia juga,” ujar Jack Gayo, Rabu (21/5/2025).

Menurut Jack, beberapa lokasi pelepasan harimau hanya berjarak dua kilometer dari permukiman warga, bahkan ada yang berada langsung di areal perkebunan masyarakat. Hal ini menciptakan rasa takut dan ketidakamanan bagi penduduk yang bergantung pada hasil kebun mereka.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mempertanyakan dasar dan transparansi dari program pelepasan satwa buas tersebut. “Kesepakatan apa sebenarnya yang sudah dibuat pemerintah? Kenapa Gayo Lues dijadikan seperti kandang harimau?” tegasnya.

Jack menilai masyarakat Gayo Lues saat ini dijajah secara tidak langsung oleh kebijakan konservasi yang tidak mempertimbangkan keselamatan warga. Ia pun meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues segera mengusulkan peninjauan ulang terhadap zona inti Taman Nasional Gunung Leuser.

“Jika tidak memungkinkan, maka relokasi warga yang tinggal dekat hutan lindung harus segera diprogramkan. Jangan karena program ini menjadi sumber penghasilan tetap bagi sebagian orang, masyarakat banyak justru dikorbankan,” tambahnya.

Seruan Jack Gayo ini menggambarkan keresahan masyarakat desa yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan dan satwa liar, yang kini merasa semakin terpinggirkan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada keselamatan mereka.

Redaksi | insetgalusnews.com |


 

Berita Terkait

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah
Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab
ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika
Basri Apresiasi Pelantikan 248 Kepsek oleh Gubernur Aceh, Sembilan Kepala Sekolah Asal Gayo Lues Terima Amanah Baru
Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan
BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan
BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan
Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:20 WIB

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53 WIB

BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temu Ramah MPLS, Kacabdin Galus Dorong Gerakan Bersama Bentuk Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan