GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pemandangan memilukan terjadi di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Warga terpaksa menandu jenazah melintasi jembatan gantung Pintu Rime yang gelap dan minim penerangan, Kamis (23/4/2026) malam.
Dengan langkah hati-hati dan penuh kehati-hatian, warga bersama personel pemadam kebakaran 113 Pining bergotong royong mengusung jenazah melewati jembatan sempit yang hanya diterangi lampu dari mobil damkar. Penerangan darurat itu menjadi satu-satunya penopang di tengah gelapnya malam dan kondisi jembatan yang memprihatinkan.
Keterbatasan infrastruktur membuat proses penghantaran jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir harus dilakukan dengan cara yang berisiko. Warga tidak memiliki pilihan lain selain menandu secara manual demi memastikan jenazah dapat segera dimakamkan.
“Kalau malam sangat gelap, jadi kami minta bantuan damkar untuk penerangan,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Dalam sepekan terakhir, personel Damkar bersama warga sudah dua kali membantu proses penanduan jenazah di malam hari di jembatan tersebut.
Kondisi ini kembali memantik harapan masyarakat kepada pemerintah agar segera merealisasikan pembangunan jembatan yang lebih layak dan aman. Warga menilai, akses yang memadai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kemanusiaan, terutama dalam situasi darurat seperti ini.
Redaksi | insetgalusnews


































