Harga Kebutuhan Pokok di Gayo Lues Belum Turun Meski Jalur Distribusi Mulai Normal

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:38 WIB

50387 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perempatan Centong Blangkejeren |doc|insetgalus|

Perempatan Centong Blangkejeren |doc|insetgalus|

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pasca bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues, harga kebutuhan pokok hingga kini masih belum menunjukkan penurunan. Kondisi tersebut terjadi meskipun jalur utama penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara telah kembali berfungsi dan arus transportasi mulai berangsur normal.

Pantauan insetgalusnews.com di lapangan menunjukkan, kenaikan harga dirasakan hingga ke tingkat pedagang kecil. Salah satunya pada jajanan martabak yang sebelumnya dijual seharga Rp10.000 per potong, kini naik menjadi Rp15.000 per potong atau mengalami kenaikan sekitar 50 persen.

Seorang pedagang jajanan yang berjualan di pinggir jalan utama Kota Blangkejeren mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena harga bahan baku belum mengalami penurunan sejak pascabencana. Menurutnya, harga tepung dan bahan pendukung lainnya masih bertahan tinggi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bahan-bahan masih mahal, jadi kami terpaksa menaikkan harga jual agar tetap bisa berjualan,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Sementara itu, pedagang di tingkat grosir menyebutkan bahwa tingginya harga barang masih dipengaruhi oleh biaya angkutan yang belum sepenuhnya kembali normal. Ongkos transportasi dari Medan menuju Blangkejeren dinilai masih relatif tinggi, meskipun kondisi jalan utama sudah dapat dilalui.

“Kami membeli barang dari luar daerah dengan ongkos angkut yang masih mahal, sehingga harga jual ke pengecer belum bisa diturunkan,” kata salah seorang pedagang grosir.

Namun berdasarkan amatan media ini, tarif angkutan barang menggunakan truk roda enam dari Medan ke Gayo Lues telah mengalami penurunan. Pada masa tanggap darurat bencana, ongkos angkut sempat mencapai Rp2.000 per kilogram karena medan jalan harus memutar jauh via jalur Abdya, sementara saat ini tercatat turun menjadi sekitar Rp1.000 per kilogram, karena kondisi jalan sudah berangsur normal walaupun beban kenderaan harus dibatasi.

Dalam kondisi normal sebelum bencana, ongkos angkut berada di kisaran Rp600 per kilogram.

Kondisi belum turunnya harga kebutuhan pokok tersebut menuai keluhan dari masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, baik melalui pengawasan distribusi maupun evaluasi biaya transportasi, agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan pascabencana.

Redaksi | insetgalusnews.com

Berita Terkait

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah
Satu Tewas dalam Bentrokan Antar Kelompok di Menteng, Delapan Orang Diamankan Polisi
Jelang Kongres II PNA, Irwandi Yusuf Nyatakan Siap Pimpin Kembali Partai
Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab
ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika
Basri Apresiasi Pelantikan 248 Kepsek oleh Gubernur Aceh, Sembilan Kepala Sekolah Asal Gayo Lues Terima Amanah Baru
Di Balik Konten yang Menuai Kecaman, Ada Penyesalan; Dea Arranoya Memilih Meminta Maaf ke Publik
Di Tengah Badai Sorotan Publik, Keluarga Besar dr H Nevirizal Memohon Maaf; Pilih Mundur Demi Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:20 WIB

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53 WIB

BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temu Ramah MPLS, Kacabdin Galus Dorong Gerakan Bersama Bentuk Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan