GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi di Gayo Lues kini mulai dihitung secara detail, terutama terkait kebutuhan anggaran untuk membangunnya kembali. Memasuki hari ke-16 bencana, data menunjukkan nilai pembangunan infrastruktur pada masa lalu meningkat drastis jika dikonversi ke nilai saat ini.

Kepala Dinas PUPR Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, Rabu (11/12) menjelaskan, jembatan dan jalan yang kini rusak parah sebagian besar dibangun sekitar 18 tahun lalu. Pada masa itu, nilai pembangunannya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Namun dengan kondisi saat ini, termasuk inflasi, perubahan harga material, serta standar konstruksi yang semakin tinggi, nilai tersebut melonjak signifikan.
“Jika dihitung dengan nilai rupiah hari ini, biaya untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak bisa mencapai sekitar Rp1 triliun,” kata Chairuddin.

Menurut data insetgalusnews hingga 11 Desember 2025, terdapat 88 unit jembatan yang rusak total dan hanyut, terdiri dari 12 jembatan rangka baja, 13 unit jembatan komposit, 5 jembatan baja WF, 2 jembatan Bailey, 56 jembatan gantung, dan puluhan badan jalan yang amblas. Seluruhnya membutuhkan perbaikan dan pembangunan ulang secara menyeluruh.
Chairuddin menegaskan, perbandingan nilai tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam mengajukan usulan anggaran ke pemerintah pusat maupun lembaga terkait. Ia memastikan Pemkab Gayo Lues tidak akan mampu menanggulangi pembangunan itu secara mandiri, mengingat lonjakan nilai yang hampir sepuluh kali lipat tersebut menunjukkan betapa besar tantangan rekonstruksi pascabencana di Gayo Lues.
Berita ini ditayangkan menggunakan perangkat satelit.
Redaksi | insetgalusnews


































