GAYO LUES | insetgalusnews.com | Sejumlah petani kopi di Kabupaten Gayo Lues mulai mempertanyakan kepastian penyaluran bibit kopi unggulan yang disebut-sebut sebagai salah satu program Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Hingga kini, jadwal resmi pembagian bibit tersebut belum diketahui secara pasti. Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan ribuan bibit kopi unggulan akan mulai disalurkan pada September 2026. Namun, belakangan muncul informasi realisasi penyaluran berpotensi bergeser hingga November 2026.
Ketidakpastian tersebut membuat sejumlah petani yang telah mempersiapkan lahan mulai resah. Mereka membutuhkan kepastian jadwal agar dapat menyesuaikan proses pengolahan lahan dan penanaman dengan waktu distribusi bibit.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, salah satu kendala yang diduga memengaruhi jadwal penyaluran adalah belum akuratnya data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), termasuk verifikasi titik koordinat lahan penerima.
Sejumlah petani bahkan mengaku belum pernah didatangi petugas untuk melakukan verifikasi data maupun pengecekan langsung terhadap lokasi lahan yang telah diajukan.
“Kami sudah lama menunggu dan mempersiapkan lahan. Tapi sampai sekarang, jangankan bibitnya datang, petugas yang mengecek kebun atau mengukur titik koordinat juga belum pernah turun ke wilayah kami,” ujar seorang petani yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut petani, verifikasi CPCL dan pengecekan lokasi secara langsung penting dilakukan agar bantuan bibit nantinya benar-benar diberikan kepada penerima yang memenuhi persyaratan.
Selain memastikan ketepatan sasaran, kejelasan data juga dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan atau polemik dalam proses distribusi bibit.
Para petani berharap Pemkab Gayo Lues melalui instansi terkait segera memberikan penjelasan mengenai perkembangan pendataan, hasil verifikasi CPCL serta jadwal pasti penyaluran bibit.
Mereka juga meminta pemerintah daerah mengevaluasi kinerja tim yang ditugaskan melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan apabila memang terdapat keterlambatan dalam proses tersebut.
Kepastian program dinilai penting agar petani dapat menyusun rencana penanaman secara terukur. Program pembagian bibit kopi unggulan diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap penyediaan bibit, tetapi mampu mendorong peningkatan produktivitas perkebunan dan memperkuat perekonomian masyarakat Gayo Lues.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terkait kepastian jadwal penyaluran maupun perkembangan terbaru proses verifikasi CPCL.
Redaksi | insetgalusnews.com


































