GAYO LUES | insetgalusnews.com | Warga Desa Persiapan Pungke Jaya, Kecamatan Puteri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mengeluhkan terhentinya pembangunan hunian sementara bagi korban bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa bulan lalu.
Pengulu desa setempat, Lukman Halawa, Senin (23/2/2026) mengatakan, wilayahnya merupakan daerah paling parah terdampak bencana. Berdasarkan pendataan pemerintah desa, sebanyak 62 kepala keluarga kehilangan rumah akibat hanyut, sementara 14 unit rumah lainnya rusak berat dan berada di zona merah.
“Warga sangat berharap pembangunan huntara yang baru terealisasi 20 unit dapat dilanjutkan karena kebutuhan tempat tinggal sangat mendesak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, desa tersebut sebelumnya mendapat alokasi 57 unit huntara. Namun hingga kini pembangunan baru mencapai 20 unit. Menurut informasi yang diterima pihak desa, vendor pembangunan diminta menghentikan pekerjaan untuk sementara waktu.
Lukman menambahkan, warga siap membantu meratakan lahan secara swadaya apabila pembangunan dilanjutkan. Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan huntara sebagai tempat tinggal sementara dibandingkan dana tunggu hunian (DTH), mengingat tidak tersedia rumah kontrakan di desa tersebut.
Aspirasi warga, lanjut dia, telah disampaikan dalam forum resmi yang dihadiri perwakilan Kementerian Desa serta seluruh satuan kerja perangkat kabupaten di Aula Sekretariat Daerah pada hari yang sama.
Sementara itu, sejumlah penyedia jasa yang dihubungi menyatakan belum berani melanjutkan pekerjaan karena adanya penghentian sementara. Mereka menilai informasi dari penanggung jawab proyek masih belum jelas dan simpang siur.
Hingga berita ini diterbitkan, insetgalusnews.com belum berhasil memperoleh konfirmasi resmi dari pihak yang disebut sebagai penanggung jawab pembangunan huntara.
Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar pembangunan dapat dilanjutkan sehingga korban bencana memperoleh tempat tinggal sementara yang layak.
Redaksi | insetgalusnews | Berita ini disusun berdasarkan keterangan narasumber di lapangan dan data yang tersedia saat peliputan. Redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, namun hingga berita diterbitkan sebagian pihak belum memberikan tanggapan. Informasi akan diperbarui setelah klarifikasi resmi diterima.


































