GAYO LUES | insetgalusnews.com | Warga Kabupaten Gayo Lues digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di kawasan Pajak Pagi Lama, Desa Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban diketahui berinisial RH (65), warga Dusun III Lubuk Bayah, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Kapolres Gayo Lues melalui Kasatreskrim Polres Gayo Lues IPTU Muhamad Abidinsyah SH mengatakan, jenazah korban telah dievakuasi ke RSU Muhammad Ali Kasim (RSUMAK) Blangkejeren untuk dilakukan pemeriksaan visum. Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban.
“Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan pihak keluarga juga telah kami hubungi,” ujar Abidinsyah.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi bernama Rusli, pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB saksi hendak menuju sawahnya di Desa Tujung, Kecamatan Kutapanjang. Sebelum berangkat, ia sempat singgah ke rumah korban di kawasan Pajak Pagi Lama, Desa Kutelintang.
Namun setibanya di lokasi, saksi melihat sejumlah warga telah berkumpul di depan rumah korban. Warga kemudian meminta Rusli untuk mengetuk pintu rumah tersebut. Setelah beberapa kali diketuk, tidak ada respons dari dalam rumah.
Karena khawatir terjadi sesuatu, saksi bersama warga kemudian mendorong pintu rumah sambil memanggil nama korban.
“Saat pintu berhasil dibuka, korban terlihat sudah terbaring terlentang di atas tempat tidur dan tidak memberikan respons,” kata Abidinsyah.
Mengetahui kondisi tersebut, saksi bersama warga segera menghubungi pihak kepolisian.
Sekitar pukul 12.30 WIB, Unit Identifikasi bersama personel Satreskrim Polres Gayo Lues yang dipimpin langsung Kasatreskrim tiba di lokasi kejadian. Petugas kemudian memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan tenaga medis untuk memeriksa kondisi korban.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSU Muhammad Ali Kasim untuk dilakukan pemeriksaan luar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, ditemukan sejumlah tanda kematian seperti pucat mayat, lebam pada bagian punggung dan lengan, kaku mayat pada ekstremitas atas, serta suhu tubuh yang lebih dingin dari lingkungan. Selain itu, tidak ditemukan denyut nadi maupun pernapasan.
“Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban. Estimasi waktu kematian diperkirakan sekitar 6 hingga 8 jam sebelum ditemukan,” jelasnya.
Diketahui, korban sehari-hari meminta sumbangan dari warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. Korban juga mengalami kelumpuhan pada kaki kiri sehingga harus menggunakan tongkat saat beraktivitas.
Saksi Rusli mengaku terakhir kali melihat korban pada Sabtu malam (7/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB di kediamannya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.
Redaksi | insetgalusnews.com


































