GAYO LUES | insetgalusnews.com | Hingga hari ke-24 pascabencana hidrometeorologi, sebanyak 14 desa di tiga kecamatan Kabupaten Gayo Lues dilaporkan masih terisolir. Distribusi logistik ke wilayah terdampak hingga kini masih bergantung pada relawan TNI/Polri serta pasokan Pemerintah Daerah.
Tiga kecamatan yang masih terisolasi tersebut meliputi Kecamatan Tripe Jaya, Pantan Cuaca, dan Kecamatan Pining.

Di Kecamatan Tripe Jaya, terdapat empat desa terdampak, yakni Buntul Musara, Pasir, Uyem Beriring, dan Setul.
Sementara di Kecamatan Pantan Cuaca, tiga desa masih terisolasi, yaitu Ise-ise, Remukut, dan Tetingi.
Adapun di Kecamatan Pining, tujuh desa yang belum dapat diakses meliputi Pintu Rime, Ekan, Pertik, Pasir Putih, Kampung Pining, dan Lesten.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin Kasiman ST mengatakan, upaya pembukaan akses terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh peralatan yang tersedia. Namun, pekerjaan di lapangan masih terkendala karena kondisi ekstrem.
“Begitu dibuka, tanah kembali turun. Kondisi ini terjadi secara berulang,” ujar Chairuddin, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan, selain cuaca, kendala utama dalam proses penanganan adalah struktur tanah yang tidak stabil, sehingga setiap upaya pembukaan akses kerap mengalami longsor susulan.
Informasi terkini dari lokasi terdampak diterima melalui perangkat komunikasi satelit, mengingat keterbatasan jaringan di Kabupaten Gayo Lues.
Redaksi | insetgalusnews.com


































