“Wajah Bhayangkara di Bumi Alas”
Untuk HUT Bhayangkara ke-79 Polres Aceh Tenggara
By Malik Lingga
Di tengah gemuruh peringatan dan derap langkah hormat, turunlah keteduhan seperti kabut di pagi Alas. Bukan dari kilau lencana di dada, tapi dari tangan yang meraba luka, dan hati yang sabar mendengar luka yang tak bersuara.
AKBP Yulhendri-bukan sekadar pangkat dalam sebutan, tapi jiwa yang hadir di lorong-lorong sunyi, menyapa anak yatim dengan mata yang menunduk lembut, seolah berkata: “Aku bukan pengganti, tapi pelindung harapanmu.”
Ia tak hadir hanya di mimbar dan mikrofon, tapi di tikungan hidup yang nyaris dilupakan. Ia tahu, kekuatan sejati bukan kerasnya suara, melainkan peluk yang tak diumbar, dan kehadiran yang tak dipanggil.
Di sisinya, dr Ilma Yeni-bukan sekadar Bhayangkari, tapi lentera yang menyalakan simpati, mengobati luka-luka tak kasat mata, mengajarkan bahwa cinta adalah tugas tanpa seragam.
Bersama mereka, Bhayangkara melangkah tak untuk dipuja, melainkan menjadi jembatan-antara hukum yang berdiri tegak dan kemanusiaan yang merunduk dalam doa.
Hari ini, Polres Aceh Tenggara tak sekadar menjaga batas negeri, mereka menjaga batas nurani, merawat kepercayaan yang mudah retak, menjadi kisah bahwa kekuatan bukan di genggam, tapi di dada yang tak segan membungkuk untuk sesama.
Selamat Hari Bhayangkara ke-79. Di Bumi Alas, Bhayangkara bukan hanya wajah negara, tapi wajah kasih, wajah dedikasi, wajah cinta yang tak pernah usai disulam oleh waktu.
Blangkejeren, 01 Juli 2025


































