Senja Sunyi di Blangkejeren

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 23:58 WIB

50770 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PUISI

Senja Sunyi di Blangkejeren

By Malik Lingga

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di perempatan Rikit Gaib-Kutelintang angin menyapu kursi-kursi kosong warung kopi, seperti menghitung mimpi yang tertunda diujung bulan tanpa gaji.

Tanda harga terpasang di jendela, tapi dompet-lebih ringan dari bayangan senja; para tukang bangunan duduk di beranda sunyi, menjejaki debu yang tak sempat jadi semen.

Dari kutipan keluh anak honor terdengar desir, “Enam purnama berlalu tanpa upah,
sementara seragam sekolah menanti dijahit harap.”

Ekonomi pun pelan seperti jam tua, bergerak tetapi tak tiba, sebab lembar lembar anggaran tersangkut di lajur birokrasi yang tiba‑tiba bisu.

Namun di Kutepanyang, Putri Betung, Blang Jerango, tanah masih membuka telapak bagi benih palawija merekah mengingatkan kita harapan bukan selalu beralamat kantor, kadang tumbuh dari bau humus, getah keringat, doa yang tak dicatat rapat.

Di gedung rakyat pintu berderit, tetapi mikrofon tak kunjung bernyanyi kursi empuk menahan gema “Siapa mengingatkan eksekutif jika legislatif terlelap dalam diam?”

Tarik‑menarik kepentingan jadi jaring halus, menjerat janji-membungkam kata. Lalu kita terkenang bilik suara tempat nurani pernah ditukar amplop, demokrasi murah, biaya yang dibayar rakyat terlampau mahal.

Maka, wahai pemuda, suaramu bukan sekadar gema dinding media sosial, ia bara dalam tulang, dentum pada jalan, cahaya yang menyala di gelap ruang sidang.

Berdirilah di tengah sunyi Blangkejeren, keraskan kata, tegakkan kepala, karena jika kau menunggu gedung sunyi bersuara mungkin fajar lebih dulu menua.

Dan kami-akan menuliskan setiap denyutnya, menjaga rahasia saksi, menjemput kebenaran agar tak lagi tertahan di titik koma anggaran.

Blangkejeren, 3 Juli 2025

Berita Terkait

“Gegurun” Saat Ruh Turun dan Tubuh Jadi Kuat
“Nyarang!”
Selsung: Salam Sakral di Tengah Rimba Gayo
Syair, Gerak, dan Tauhid: Menelusuri Akar Sufi Tari Saman
BAEN ITEM: Penjaga Bayangan Jiwa Dari Gayo
APAH ONOT: Makhluk Jelmaan
Kisah Menyentuh dari Tanah Huruf: Antara Gelar dan Makna
Membaca Ulang Cerita Rakyat. Yang Disembunyikan Dibalik Senyum Kancil

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan