Puisi: Di Tengah Kelesuan Ekonomi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 22:19 WIB

50423 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“ODE UNTUK GAYO LUES”
By: Malik Lingga

Detak kota melambat. Seperti jantung yang meraba-raba cahaya, warung‑warung menahan napas, beras di karung menunggu tangan yang tak kunjung bergaji. Lampu kantor berkedip-sebuah isyarat bahwa harapan pun butuh listrik.

Lalu terdengar satu denting. Keras. Muda. Tak gentar-Fahmi Sahab memecah sunyi. Menyebut anggaran sebagai darah yang harus mengalir.  Bukan beku di lemari birokrasi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengetuk meja. Namun gema itu seharusnya menjadi palu bersama-sebab DPRK bukan satu nama. Melainkan paduan suara yang seharusnya menenangkan gemuruh perut rakyat.

Petani palawija menatap ladang dengan mata yang menyimpan musim. Tak ada dana untuk bibit, padahal hujan sudah berbisik. Jika tunas tak sempat tumbuh, apakah kita rela menuai lapar?

Maka, bukalah data. Sebarkan terang ke sudut-sudut ruang rapat. Biarkan publik menghitung bersama
berapa rupiah terperangkap, berapa hari terbuang.

Duduklah satu meja-eksekutif, legislatif, UMKM yang menulis untung di tepi rugi. Tokoh adat yang menjaga bara kebersamaan-karena krisis ini bukan deretan angka, melainkan denyut manusia.

Dan kepada rakyat. Jangan biarkan suara kau lipat dalam saku yang sudah koyak. Tulislah resahmu. Tinggikan data di atas dusta. Jadikan media sosial ladang bukti bahwa kita masih bernafas dan bertanya.

Jika semua palu diketuk bersama. Maka dinding sunyi akan retak. Anggaran akan mencair, seperti hulu yang akhirnya sampai ke hilir. Membangunkan pasar. Menghidupkan tungku. Mengeringkan air mata honorer.  menjadi harapan yang menyejukkan Gayo Lues.

Karena demokrasi. Tanpa denyut rakyat. Hanyalah lencana kosong. Mari pulihkan nadi, sebelum kota ini menjadi puisi duka yang tak selesai dibaca.

Blangkejeren, 5 Juli 2025

Berita Terkait

“Gegurun” Saat Ruh Turun dan Tubuh Jadi Kuat
“Nyarang!”
Selsung: Salam Sakral di Tengah Rimba Gayo
Syair, Gerak, dan Tauhid: Menelusuri Akar Sufi Tari Saman
BAEN ITEM: Penjaga Bayangan Jiwa Dari Gayo
APAH ONOT: Makhluk Jelmaan
Kisah Menyentuh dari Tanah Huruf: Antara Gelar dan Makna
Membaca Ulang Cerita Rakyat. Yang Disembunyikan Dibalik Senyum Kancil

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:20 WIB

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53 WIB

BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temu Ramah MPLS, Kacabdin Galus Dorong Gerakan Bersama Bentuk Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan