Puisi: Di Tengah Kelesuan Ekonomi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 22:19 WIB

50339 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“ODE UNTUK GAYO LUES”
By: Malik Lingga

Detak kota melambat. Seperti jantung yang meraba-raba cahaya, warung‑warung menahan napas, beras di karung menunggu tangan yang tak kunjung bergaji. Lampu kantor berkedip-sebuah isyarat bahwa harapan pun butuh listrik.

Lalu terdengar satu denting. Keras. Muda. Tak gentar-Fahmi Sahab memecah sunyi. Menyebut anggaran sebagai darah yang harus mengalir.  Bukan beku di lemari birokrasi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengetuk meja. Namun gema itu seharusnya menjadi palu bersama-sebab DPRK bukan satu nama. Melainkan paduan suara yang seharusnya menenangkan gemuruh perut rakyat.

Petani palawija menatap ladang dengan mata yang menyimpan musim. Tak ada dana untuk bibit, padahal hujan sudah berbisik. Jika tunas tak sempat tumbuh, apakah kita rela menuai lapar?

Maka, bukalah data. Sebarkan terang ke sudut-sudut ruang rapat. Biarkan publik menghitung bersama
berapa rupiah terperangkap, berapa hari terbuang.

Duduklah satu meja-eksekutif, legislatif, UMKM yang menulis untung di tepi rugi. Tokoh adat yang menjaga bara kebersamaan-karena krisis ini bukan deretan angka, melainkan denyut manusia.

Dan kepada rakyat. Jangan biarkan suara kau lipat dalam saku yang sudah koyak. Tulislah resahmu. Tinggikan data di atas dusta. Jadikan media sosial ladang bukti bahwa kita masih bernafas dan bertanya.

Jika semua palu diketuk bersama. Maka dinding sunyi akan retak. Anggaran akan mencair, seperti hulu yang akhirnya sampai ke hilir. Membangunkan pasar. Menghidupkan tungku. Mengeringkan air mata honorer.  menjadi harapan yang menyejukkan Gayo Lues.

Karena demokrasi. Tanpa denyut rakyat. Hanyalah lencana kosong. Mari pulihkan nadi, sebelum kota ini menjadi puisi duka yang tak selesai dibaca.

Blangkejeren, 5 Juli 2025

Berita Terkait

“Gegurun” Saat Ruh Turun dan Tubuh Jadi Kuat
“Nyarang!”
Selsung: Salam Sakral di Tengah Rimba Gayo
Syair, Gerak, dan Tauhid: Menelusuri Akar Sufi Tari Saman
BAEN ITEM: Penjaga Bayangan Jiwa Dari Gayo
APAH ONOT: Makhluk Jelmaan
Kisah Menyentuh dari Tanah Huruf: Antara Gelar dan Makna
Membaca Ulang Cerita Rakyat. Yang Disembunyikan Dibalik Senyum Kancil

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan