Kadis LH: Pendulangan Gunakan Air Raksa Berbahaya, Pengeboran Tidak Gunakan Bahan Kimia

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 19:46 WIB

501,239 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

doc | cut | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues

doc | cut | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues

PANTAN CUACA | insetgalusnews.com | Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues, Kasimudin menjelaskan terkait kekhawatiran warga terhadap potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas eksplorasi tambang emas di wilayah Kecamatan Pantan Cuaca.

Dalam keterangannya, Senin (7/7/2025), Kasimudin mengatakan bahwa aktivitas tambang yang dilakukan secara tradisional dengan metode pendulangan dan menggunakan air raksa (Hg) memang berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Penggunaan air raksa dalam pendulangan sangat berbahaya karena bersifat toksik, sulit terurai, dan dapat mencemari tanah serta sumber air,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ia juga menjelaskan aktivitas yang saat ini dilakukan oleh pihak perusahaan, seperti PT GMR misalnya, masih dalam tahap eksplorasi dengan metode pengeboran, bukan pendulangan. Oleh karena itu, menurutnya, proses pengeboran tersebut tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Pengeboran dilakukan hanya menggunakan air sebagai media. Limbah yang dihasilkan berupa air bercampur lumpur, bukan zat kimia berbahaya,” jelasnya.

Pernyataan ini disampaikan Kasimudin untuk menanggapi keresahan sejumlah petani di Pantan Cuaca yang khawatir lahan pertanian kopi mereka terdampak oleh aktivitas eksplorasi tambang emas di wilayah tersebut.

Redaksi | insetgalusnew |

Berita Terkait

Mahasiswa UNY Dukung Regenerasi Petani, Salurkan Bibit Kopi ke Sekolah
Metode “Cangkol Tanam” Dinilai Permudah Petani Mulai Budidaya Kopi di Gayo Lues
Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Gayo Lues, Sejumlah Desa Terdampak
Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan
Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam
Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama
Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan