Merdeka di Atas Sepatu Hak Tinggi dan Tagihan Sewa Baju

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:49 WIB

501,030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dibalik meriahnya karnaval HUT ke-80 RI di Blangkejeren, ada orang tua yang terpaksa menyewa kostum Rp120 – 250 ribu demi anak ikut pawai. Memang kostum tidak diwajibkan dan tidak ditentukan temanya. Tapi mari jujur, adakah anak yang sanggup menahan rasa canggung ketika semua temannya mengenakan kostum, sementara ia berdiri sendiri tanpa kostum?. Tahun depan, kalau ekonomi masih sulit, mari rayakan dengan tema kreatif yang tak bikin kantong bolong

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Sabtu (16/8) ini, jalanan Blangkejeren berubah jadi catwalk raksasa. Ribuan pelajar, dari SD hingga SLTA, melangkah percaya diri menyambut HUT ke-80 RI. Kostum adat, baju pahlawan, bahkan sayap kupu-kupu ikut terbang di udara yang panas-panas patriotik.

Namun, mari kita geser kamera ke balik panggung. Di sana ada orang tua yang sedang berhitung dalam hati “Kalau satu kostum Rp200 ribu, anak saya empat? jumlahnya sekian…ya sudahlah, ini demi kemerdekaan.” Dompet pun ikut longmarch-bedanya, langkahnya menuju kosong.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sadar atau tidak, anak-anak biasanya terdorong untuk ikut serta, apalagi jika teman-temannya juga berpartisipasi. Meski tema dan jenis kostum tidak ditentukan, tentu sulit bagi seorang anak untuk merasa nyaman bila ia berbeda sendiri, ketika yang lain tampil dengan kostum, sementara ia tidak.

Sementara di banyak desa, orang tua bahkan tak memiliki kostum kostum itu, sehingga mau tak mau harus menyewa demi memenuhi permintaan sang buah hati.

Di tengah daya beli masyarakat yang sedang sakit gigi “eh maksudnya lemah, beras saja harus ditambal dengan beras SPHP”, biaya sewa kostum Rp120 – 250 ribu ditambah riasan terasa seperti ikut lomba tarik tambang.

Di satu ujung ada semangat nasionalisme, di ujung lain ada dompet orang tua yang megap-megap. Ibaratnya, kegiatan ini memang tidak diwajibkan, tapi seperti harus dijalankan.

Kita tentu tak anti perayaan. Karnaval itu bagus untuk menanamkan cinta tanah air. Tapi mungkin, tahun depan, benih itu bisa kita tanam di tanah yang tak terlalu berbatu, kostum kreatif dari bahan bekas, pinjam-pakai antar sekolah, atau lomba menghias seragam sendiri. Dan kalau tahun depan ekonomi masih sulit, ayo kita selenggarakan dengan tema yang lebih kreatif yang bisa dinikmati semua tanpa harus memeras isi dompet.

Sebab jika merdeka harus dimulai dari kantong bolong, itu bukan merdeka, itu namanya “nyicil semangat”.

Indonesia sudah 80 tahun merdeka. Mari pastikan kegembiraan itu bisa dirayakan semua orang, dari mereka yang mampu menyewa sayap malaikat, hingga yang cukup punya kaos putih dan senyum lebar. Karena kemerdekaan sejati adalah ketika anak-anak bisa ikut pawai, dan orang tuanya masih bisa beli beras sepulangnya.


TAJUK | insetgalusnews | “Merdeka di Atas Sepatu Hak Tinggi dan Tagihan Sewa Baju” adalah pandangan redaksi bergaya satir. Humor digunakan sebagai kritik sosial demi meningkatkan kesadaran publik, bukan sebagai berita faktual murni. Setiap penyebutan biaya, tokoh, atau peristiwa bersifat umum dan tidak ditujukan menyerang pihak tertentu.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:39 WIB

Hujan Deras Picu Air Meluap, Kendaraan Roda Enam Terguling di Aih Bobo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kampung Lokop Baru Gayo Lues

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Dari Gayo Lues ke Jakarta, Bupati Suhaidi Perjuangkan 7 Jembatan dan Jalan Lesten

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tegang di Dukuh Atas, 1.814 Mahasiswa Suarakan Delapan Tuntutan kepada Pemerintah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Jagong Jeget

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Satu Tewas dalam Bentrokan Antar Kelompok di Menteng, Delapan Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:52 WIB

Jelang Kongres II PNA, Irwandi Yusuf Nyatakan Siap Pimpin Kembali Partai

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:05 WIB

Di Balik Konten yang Menuai Kecaman, Ada Penyesalan; Dea Arranoya Memilih Meminta Maaf ke Publik

Berita Terbaru

Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Gayo Lues, Mahara Miko serahkan bantuan kepada korban kebakaran Desa Ulun Tanoh yang diterima langsung oleh Pengulu setempat, Suhardinsyah, Kamis (10/9/2026)

GAYO LUES

Bank Aceh Syariah Hadir, Bantu Korban Kebakaran Desa Ulun Tanoh

Kamis, 10 Sep 2026 - 17:31 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan