ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:57 WIB

50135 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di sebuah warung kopi, tiga sekawan mendadak menemukan “mukjizat” baru; tanaman kopi belum ditanam, bibit masih tersimpan di gudang, tetapi prestasinya sudah lebih dulu dipanen dan penghargaan sudah menanti di ibu kota. Rupanya, di negeri birokrasi, ada tanaman yang bisa tumbuh lebih cepat dari kopi-yakni prestasi di atas kertas.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Suasana warung kopi Mak Lasmi mendadak riuh. KIlam baru saja datang sambil mengacungkan koran lokal dengan wajah penuh keheranan.

“Hebat betul Boss kita yang baru ini,” kata Kilam sambil mengempaskan tubuhnya ke kursi bambu. “Di Brazil, petani baru tahu hasil panen setelah dicek laboratorium. Di Afrika, mereka harus tunggu riset tanah berbulan-bulan.”

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tono yang sedang mengaduk kopi hitamnya menoleh. “Memangnya Boss kita kenapa, Kil?”

“Ini lihat beritanya!” Kilam menunjuk foto halaman depan. “Program Swasembada Kopi unggulan daerah kita baru saja diresmikan kemarin. Bibitnya saja masih di dalam gudang, belum dibagikan ke satu pun kelompok tani. Tapi hari ini, Boss kita sudah terbang ke ibu kota untuk terima penghargaan ‘Pelopor Ketahanan Pangan Nasional’!”

Pak Rauna, sesepuh desa yang sedang mengisap rokok klobotnya, langsung terkekeh mendengar ucapan Kilam. Beliau menyeruput kopi sasetannya perlahan, lalu meletakkan cangkir dengan ketukan dramatis.

“Kalian ini tidak paham konsep efisiensi birokrasi modern,” kata Pak Rauna tenang.

“Efisiensi bagaimana, Pak? Menanam saja belum, kok sudah menang penghargaan?” protes Tono bingung.

Pak Rauna tersenyum penuh arti, memilin kumis putihnya. “Di luar negeri, penghargaan itu diberikan berdasarkan hasil keringat dan panen nyata. Di tempat kita, kreativitas itu jauh lebih mahal harganya.”

“Maksudnya, Pak?” tanya Kilam penasaran.

“Boss kita itu visioner. Jangankan menunggu kopi itu tumbuh, berbuah, dan dipetik tiga tahun lagi,” sahut Pak Rauna sambil tertawa renyah. “Baru jadi program di atas kertas dan selesai difoto buat baliho saja, kesuksesannya sudah bisa dipastikan mengalahkan hukum alam! Penyerahan bibit itu cuma formalitas, yang penting penyerahan pialanya sudah dijadwalkan!”

Warung kopi Mak Lasmi seketika riuh oleh tawa getir para petani yang hadir. Di bawah spanduk program pemerintah yang mentereng, mereka sadar di daerah ini, prestasi memang tumbuh jauh lebih cepat daripada tanaman kopi mereka sendiri.


Insetgalusnews | Tulisan ini adalah anekdot, satire, dan humor editorial yang sengaja dibumbui dengan hiperbola, sindiran, serta dialog imajinatif untuk mengajak pembaca tertawa sekaligus berpikir.

Tokoh, dialog, dan kejadian dalam cerita merupakan karya satir, bukan laporan fakta atau tuduhan terhadap pihak tertentu. Jika ada yang merasa tersindir, mungkin bukan karena penulis menunjuk. Barangkali cerminnya memang sedang diletakkan di depan. 😄

Tidak ada tanaman kopi yang dipaksa tumbuh sebelum waktunya dalam penulisan artikel ini. 🌱☕ Salam Arabica

Berita Terkait

Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:57 WIB

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal

Rabu, 8 April 2026 - 14:45 WIB

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?

Senin, 23 Maret 2026 - 22:17 WIB

Kriminal Ramai, Akhlak Sepi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:40 WIB

Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:12 WIB

Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:19 WIB

Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia

Berita Terbaru

Tersangka K diapit Tim Resnarkoba Polres Gayo Lues, Jumat (4/9/2026)

GAYO LUES

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:54 WIB

TAJUK RENCANA

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:57 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan