ACEH TENGGARA| insetgalusnews.com | Seorang pemuda berinisial NP (20) tewas usai ditikam dalam perkelahian di acara festival budaya daerah, Senin (18/8/2025) malam di Stadion H Syahadat, Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam, Kutacane, Aceh Tenggara. Pelaku berinisial Mel (26), warga Desa Batu Mbulan 2, berhasil ditangkap petugas hanya beberapa menit setelah kejadian.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri SIK dalam konferensi pers, Rabu (20/8/2025), menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 WIB saat pelaku Mel yang sedang berjalan bersama rekannya bersenggolan dengan korban NP yang didampingi Guntur. Cekcok sempat terjadi hingga korban memukul kepala bagian belakang pelaku.
Pelaku sempat meninggalkan lokasi, namun kembali berkeliling stadion dan bertemu dengan adiknya, Anta Maulana. Saat kembali berhadapan dengan korban, perkelahian pecah. Dalam pergumulan, korban berusaha meraih sebilah pisau yang terjatuh, tetapi pelaku lebih dahulu mengambilnya dan menikam korban.
“Korban mengalami luka tusuk di bagian belakang kiri tubuhnya. Ia sempat dibawa ke RS Nurul Hasanah, namun nyawanya tidak tertolong,” kata Kapolres Yulhendri.
Tiga menit setelah penusukan, pelaku Mel berhasil diamankan oleh personel Polres yang sedang melakukan pengamanan festival. “Tersangka dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” jelasnya.
Hadir dalam konferensi pers tersebut, Bupati Aceh Tenggara H Salim Fachri dan beberapa unsur forkopimda lainnya.
insetgalusnews | Sumardi


































