GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dinilai sudah saatnya melaksanakan pemilihan pengulu atau kepala desa. Hingga kini masih terdapat sejumlah desa yang dipimpin oleh Penjabat, kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kelancaran pembangunan di tingkat desa.
Anggota DPRK Gayo Lues dari Fraksi Partai Golkar, Syarifuddin, menyarankan agar pemilihan segera dijadwalkan demi optimalnya pelayanan publik dan program pembangunan.
“Desa membutuhkan pemimpin yang dipilih langsung oleh masyarakat agar roda pemerintahan lebih kuat dan terarah,” ujarnya kepada insetgalusnews.com, Selasa (2/9/2025).
Berdasarkan data Bagian Pemerintahan Setdakab, dari 136 desa di Gayo Lues, lebih dari 18 desa saat ini dipimpin oleh Penjabat. Jumlah tersebut berpotensi bertambah karena sebagian kepala desa mengundurkan diri setelah lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Menurut Syarifuddin, pengulu definitif memiliki legitimasi yang lebih kuat di mata masyarakat, sehingga diyakini mampu menyusun serta melaksanakan program pembangunan jangka panjang secara lebih baik.
“Apalagi jika pemilihan gelombang pertama dapat segera dilakukan, desa tentu akan lebih siap dalam merencanakan program ke depan,” tambahnya.
Sebagai perbandingan, lanjutnya, saat ini ada sejumlah kabupaten di Aceh, seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Kabupaten Bireuen telah lebih dulu melaksanakan pemilihan pengulu secara bertahap. Langkah tersebut dinilai akan memperkuat konsolidasi pemerintahan desa sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, tambah Deni.
Redaksi | insetgalusnews


































