Tan Malaka, Buronan Internasional yang Menyulut Api Revolusi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 8 September 2025 - 18:31 WIB

50688 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama Tan Malaka sering disebut, namun kisah perjuangannya kerap tenggelam dalam pusaran sejarah. Lelaki yang menggagas Madilog itu bukan hanya pengembara politik, melainkan suara lantang yang menantang kompromi terhadap penjajahan

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Tan Malaka adalah salah satu tokoh revolusioner dan pemikir politik paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Ia lahir pada 2 Juni 1897 di Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat dengan nama Ibrahim Datuk Tan Malaka, berasal dari keluarga bangsawan Minangkabau yang terpelajar. Setelah menyelesaikan pendidikan di HIS (Hollandsch-Inlandsche School), ia melanjutkan ke Kweekschool di Bukittinggi dan Fort de Kock.

Pada 1919, Tan Malaka bekerja sebagai guru di sekolah Deli Planters Vereeniging di Senembah Estate, Sumatera Timur. Di sana ia menyaksikan penindasan terhadap buruh perkebunan, yang membangkitkan kesadaran politiknya. Pengalaman mengajar anak-anak buruh kontrak semakin meneguhkan pandangannya tentang ketidakadilan yang dialami rakyat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua tahun kemudian, pada 1921, ia bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang baru berdiri. Berkat kepiawaiannya berbahasa Belanda dan wawasannya yang luas, ia segera menempati posisi penting sebagai juru bicara partai di kancah nasional maupun internasional. Namun aktivitas politiknya membuat pemerintah kolonial Belanda mengasingkannya pada 1922. Dalam pengasingan yang membawanya ke Filipina, China, Thailand, hingga Uni Soviet, Tan Malaka aktif dalam jaringan internasional. Ia menghadiri Kongres Komunis Internasional ke-4 di Moskow, menjadi wakil Asia Tenggara dalam Komintern, sekaligus menulis karya-karya teoretis tentang revolusi dan nasionalisme.

Dalam pengembaraan itu pula ia mengembangkan pemikiran politik yang khas. Ia berusaha memadukan Marxisme-Leninisme dengan kondisi lokal Indonesia, menyerap semangat Pan-Islamisme sebagai alat pemersatu, dan menekankan nasionalisme radikal yang anti-imperialis. Puncaknya ia melahirkan konsep Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika) sebagai sumbangan intelektual yang orisinal.

Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, Tan Malaka kembali dari pengasingan dan segera bergabung dalam perjuangan. Namun ia kerap berseberangan dengan garis politik Soekarno-Hatta yang dianggapnya terlalu kompromistis. Ia mendirikan Partai Murba pada 1948 sebagai alternatif dari PKI, serta mengecam perjanjian-perjanjian politik dengan Belanda yang menurutnya merugikan Indonesia. Pandangan kritis itu justru membuatnya terisolasi dan berkonflik dengan pemerintah.

Pada 1949, Tan Malaka ditangkap oleh TNI atas perintah pemerintah Indonesia karena dianggap mengancam stabilitas negara. Ia meninggal pada 21 Februari tahun itu dalam tahanan, dengan dugaan kuat dibunuh. Hingga kini, peristiwa kematiannya tetap menyisakan kontroversi.

Meski akhir hidupnya tragis, Tan Malaka meninggalkan warisan pemikiran yang besar. Karya-karyanya seperti Dari Penjara ke Penjara dan Madilog menjadi rujukan penting dalam sejarah pemikiran Indonesia. Ia menginspirasi banyak gerakan progresif dengan gagasan revolusi nasional yang berkelanjutan. Pada 1963, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk mengenangnya.

Tan Malaka tetap hidup dalam ingatan bangsa sebagai pemikir revolusioner yang teguh memperjuangkan kemerdekaan penuh dan keadilan sosial, meski langkah-langkahnya kerap berlawanan dengan arus politik utama pada masanya.

Pada masa pengasingan, Tan Malaka tidak hanya bergerak dari satu negeri ke negeri lain dengan nama samaran, tetapi juga sempat masuk dalam daftar buronan Interpol karena aktivitas politiknya dianggap mengancam stabilitas kolonial dan kepentingan kekuatan besar. Status buronan itu membuatnya hidup berpindah-pindah, bersembunyi di berbagai negara Asia hingga Eropa. Namun, justru dari posisi “orang yang dikejar” itu, ia melahirkan karya-karya besar yang menggugah kesadaran bangsa, sekaligus memperlihatkan betapa ide lebih sulit dibungkam daripada tubuh manusia.


Redaksi | insetgalusnews | Sejarah bukan kitab doa yang hanya boleh dibaca satu tafsir. Tulisan ini mencoba mengangkat Tan Malaka apa adanya kadang dipuja, kadang dicerca, sering kali dikubur dalam senyap. Jika ada pihak yang merasa terusik, biarlah itu jadi tanda bahwa sejarah belum selesai ditulis, dan kebenaran tidak pernah tunggal.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Back Pick Astatine AceWin Casino Europa Środkowa Get Started Betista Casino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Przetrwać Sprzedawca Otrzymać _ w całej Polsce Join Now Snatch Online Casino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Milyen Üdvözöl Ösztönzőt Gyakorol PoneClub Kaszinó Kijelenti Magát – Hungary Play Instantly Snatch Kazino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Créneau Horaire Plan Secret Survie Larivera Online Casino _ région européenne Join the Action

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Define Requital Choice ( Visa , Mastercard , Malus Pumila Bear Merely ) · Australian continent Grab Your Bonus https://www.rocketspinpokies.com

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

How To Find Legitimate Digital Platforms Maria Bingo – Nord-Europa Start Winning

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

The Master And Amateurish Sportsman Auspices Roleplay ( PASPA ) · US Spin to Win https://funcasino-bonus.org

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Payment Method And Currentness Plump For Fastpay Casino Bonuses • Australia Start Playing

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan