GAYO LUES | insetgalusnews.com | Sebuah video singkat berdurasi 28 detik beredar di media sosial dan jejaring grup WhatsApp yang memperlihatkan dugaan nasi dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi basi.
Dalam narasi video tersebut disebutkan, nasi itu diperuntukkan bagi siswa SDN 6 Blangkejeren, untungnya pihak sekolah melarang siswa mengonsumsi makanan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat malam (12/9/2025), kru insetgalusnews.com belum memperoleh keterangan resmi dari Kepala SDN 6 Blangkejeren.

Namun, Plt Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues, Salid, M.Pd, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Ia mengatakan telah menerima informasi dari tenaga pendidik di sekolah bahwa nasi yang diterima dalam keadaan basi dan berlendir.
“Untuk itu kami mengharapkan kepada guru maupun kepala sekolah di seluruh Gayo Lues agar memeriksa terlebih dahulu nasi dari pihak pengelola MBG sebelum dibagikan kepada siswa. Hal ini penting supaya tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan,” ujar Salid melalui pesan singkat, Jumat (12/9).
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Gayo Lues belum dapat dikonfirmasi. Kru insetgalusnews.com telah berupaya meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk Pemkab, terkait penanggung jawab program tersebut. Namun hingga kini belum ada jawaban pasti. Bahkan, sejumlah pihak menyebut keberadaan pengelola program MBG tidak diketahui oleh Pemkab karena tidak adanya jalur koordinasi yang jelas.
Discleamer: Redaksi insetgalusnews.com telah berusaha menghubungi pihak-pihak terkait guna mendapatkan klarifikasi resmi mengenai pengelolaan program MBG. Namun hingga berita ini dipublikasikan, konfirmasi belum diperoleh. Berita ini akan diperbarui apabila ada tanggapan resmi dari pihak terkait.


































