Kopi Arabika Jadi Andalan, 70 Persen Wilayah Gayo Lues Berada di Dataran Tinggi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 10 November 2025 - 16:50 WIB

501,223 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Gayo Lues, Ridwansyah SP, Senin (10/11/2025)

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Gayo Lues, Ridwansyah SP, Senin (10/11/2025)

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues, Ridwansyah SP menyebutkan, Kabupaten Gayo Lues memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya pada bidang perkebunan.

Kondisi geografis daerah ini memiliki variasi ketinggian unik, mulai dari 400 hingga 2.500 meter di atas permukaan laut (MDPL) menjadikannya sangat ideal untuk berbagai komoditas unggulan.

“Dari 11 kecamatan yang ada, sedikitnya tujuh kecamatan sangat berpotensi untuk pengembangan kopi arabika karena rata-rata berada di atas ketinggian 800 MDPL,” ujar Ridwansyah, Senin (10/11/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, suhu udara yang relatif sejuk di dataran tinggi Gayo Lues sangat mendukung pertumbuhan tanaman kopi arabika, sayuran, dan buah-buahan khas pegunungan. Berdasarkan karakteristik topografi, wilayah Gayo Lues dapat dibagi menjadi dua zona utama;

Dataran rendah 400-800 MDPL, cocok untuk pengembangan kopi robusta, kakao, dan kelapa yang juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Dataran tinggi di atas 800-2.500 MDPL, sangat potensial untuk kopi arabika, teh, kentang, wortel, dan berbagai sayuran dataran tinggi.

“Lebih dari 70 persen wilayah kita berada di dataran tinggi, jadi arah pengembangan pertanian ke depan memang difokuskan pada komoditas unggulan seperti kopi arabika Gayo yang sudah dikenal luas, serta tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi,” lanjut Ridwansyah.

Ia menekankan pentingnya penyesuaian jenis tanaman dengan ketinggian lahan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan mencegah gagal panen. Pola tanam berbasis zonasi lahan dinilai menjadi strategi yang tepat untuk mengoptimalkan hasil pertanian.

“Petani harus tahu di ketinggian berapa lahannya berada, karena itu sangat menentukan tanaman apa yang paling cocok ditanam. Dengan pendekatan berbasis ketinggian ini, hasil tani bisa jauh lebih optimal,” jelasnya.

Ridwansyah juga memastikan bahwa Dinas Pertanian Gayo Lues akan terus memantau dan mendukung pengembangan pertanian sesuai potensi masing-masing wilayah.

“Kita punya potensi besar. Kalau dimanfaatkan dengan tepat, pertanian Gayo Lues bisa menjadi penopang utama ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk wilayah di atas 800 MDPL, kopi arabika menjadi tanaman paling direkomendasikan karena memiliki pangsa pasar luas dan harga yang menjanjikan. Sementara untuk wilayah 600-1.000 MDPL, petani disarankan menanam kopi robusta.

“Hari ini harga kopi arabika mencapai sekitar Rp70 ribu per bambu gabah, dan harga terendah tetap di kisaran Rp42 ribu pada tahun 2022,” ungkapnya.

Ridwansyah juga menegaskan, Dinas Pertanian tidak menutup peluang bagi masyarakat yang ingin mengusulkan program sesuai potensi wilayahnya.

“Meski anggaran daerah terbatas, Dinas Pertanian tetap berupaya memperjuangkan setiap usulan masyarakat agar bisa diajukan ke kementerian pusat,” ujarnya.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga
Rekonstruksi Kasus Curat Dokter di Gayo Lues, Tersangka Peragakan 25 Adegan
Gelap dan Berisiko, Warga Pining Tandu Jenazah di Jembatan Gantung Pintu Rime 
Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Gayo Lues Imbau Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi
Pelantikan Pengurus HIMARIWA PSDKU USK GAYO LUES Resmi Digelar
Tokoh Muda Dorong Hilirisasi Kopi untuk Tingkatkan Ekonomi Gayo Lues
Sungai Tripa Meluap, Permukiman Warga Kembali Terancam
BPBD Gayo Lues Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Badai di Dabun Gelang

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan