GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kabupaten Gayo Lues, Aceh, telah terisolasi total selama lima hari terakhir setelah banjir bandang dan longsor melanda hampir seluruh wilayah. Lima jalur utama yang menjadi akses keluar-masuk kabupaten ini putus total akibat ratusan titik longsor serta badan jalan yang amblas.

Menurut info sementara yang berhasil dihimpun insetgalusnew dari berbagai sumber, Minggu (30/11/2025).
Pada jalur Blangkejeren-Kutacane, belasan titik longsor dan amblasnya badan jalan sejauh sekitar 200 meter terjadi di kawasan Serkil, Kecamatan Putri Betung. Sementara dari titik nol Blangkejeren hingga Tetumpun, tercatat sekitar 70 titik longsor dengan material batu dan kayu menutupi badan jalan. Kondisi dari Tetumpun hingg perbatasan Gayo Lues–Aceh Tenggara belum dapat dipastikan akibat minimnya informasi dari lapangan, dan diperkirakan mencapai puluhan badan jalan yang amblas dan longsoran.

Akses Gayo Lues-Aceh Tengah juga mengalami kerusakan berat. Sekitar lima titik badan jalan amblas di wilayah Ise-ise, disertai hampir 70 titik longsoran material tanah, batu, dan kayu yang diperkirakan terjadi hampir di setiap kilometer.Kecamatan Pining menjadi wilayah terdampak paling parah. Sejumlah infrastruktur rusak berat, termasuk satu jembatan rangka baja di Kampung Badak yang hanyut, serta jembatan rangka baja Pintu Rime yang turut terbawa arus. 
Sementara dari Kampung Uring menuju pusat kabupaten Gayo Lues, belasan titik badan jalan amblas dan puluhan titik longsor membuat akses terputus total.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues saat ini hanya dapat mengirimkan logistik menggunakan sepeda motor, yang baru mampu mencapai wilayah Kampung Uring.
Sementara itu, jalur Abdya-Gayo Lues juga tertutup longsoran sepanjang ruas Terangun-Abdya, disertai puluhan titik material batu yang menimbun badan jalan, namun saat ini sudah bisa dilintasi.
Hingga kini, keterbatasan akses dan kondisi cuaca menghambat pendataan serta penanganan. Stok logistik di sejumlah kecamatan dilaporkan semakin menipis, sementara upaya membuka akses masih terus dilakukan.
Berita ini disusun menggunakan jaringan seluler satelit akibat terganggunya jaringan komunikasi.
Redaksi | insetgalusnews


































