GAYO LUES | insetgalusnews.com | Sepekan pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues, ketiadaan pasokan logistik dari pemerintah pusat maupun provinsi mulai memicu keresahan masyarakat. Warga mengeluhkan kelangkaan kebutuhan pokok yang tak kunjung tersedia di pasaran.
Berdasarkan penelusuran insetgalusnews.com, beras sebagai kebutuhan utama menjadi komoditas yang paling langka. Sejumlah bahan pangan lain seperti lauk pauk dan bumbu dapur, termasuk terasi, juga sulit ditemukan. Kondisi ini diperparah oleh jaringan telekomunikasi serta pasokan listrik yang tidak stabil sejak bencana terjadi.
Sejumlah warga mengaku mulai frustrasi karena memiliki uang tetapi tidak dapat membeli kebutuhan pokok akibat ketiadaan barang. “Jika pun kita ada uang, tapi tidak bisa membeli karena barang kebutuhan pokok langka,” ujar seorang warga dengan nada kecewa, Selasa (2/12/2025).
Situasi yang terus berlarut-larut ini dikhawatirkan dapat memicu kericuhan. Di sisi lain, kelangkaan BBM turut memperparah keadaan. Harga pertalite di tingkat pengecer dilaporkan mencapai Rp25.000 hingga Rp50.000 per liter, dan itupun sulit didapatkan.
Dengan kondisi infrastruktur yang masih lumpuh total, masyarakat berharap pemerintah pusat dan provinsi segera mengambil langkah cepat untuk memastikan distribusi logistik dapat kembali berjalan.
Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah membuka akses penyaluran beras Bulog untuk menutupi kelangkaan bahan pangan di wilayah terdampak.
Redaksi | insetgalusnews


































