Lautan Kayu Terjang Ponpes di Aceh Tamiang, Diduga Akibat Deforestasi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 08:08 WIB

50252 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelondongan kayu yang menumpuk di Ponpes Tanjung Karang |Fhoto cut google|

Gelondongan kayu yang menumpuk di Ponpes Tanjung Karang |Fhoto cut google|

ACEH TAMIANG | insetgalusnews.com | Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November lalu membawa dampak besar. Ribuan kayu gelondongan terbawa arus deras dan tertahan di kompleks sebuah pondok pesantren di Kampung Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru. Tumpukan kayu itu menutupi hampir seluruh area pesantren dan merusak fasilitas pendidikan.

Pantauan di lokasi menunjukkan kayu-kayu berdiameter besar menumpuk setinggi hingga lima meter, menutupi lapangan, asrama santri, hingga area sekitar masjid. Bangunan pesantren justru berfungsi seperti benteng yang menahan terjangan kayu, sehingga pemukiman warga di sekitarnya terhindar dari kerusakan lebih parah.

Ketua Yayasan pengelola pondok pesantren, Subhan, mengatakan kayu-kayu tersebut datang secara tiba-tiba pada malam hari saat banjir terjadi. “Kami tidak tahu persis dari mana asalnya. Saat magrib mulai banjir, pagi harinya kawasan pesantren sudah dipenuhi kayu,” ujarnya, Selasa (17/12).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Subhan, ketinggian air saat banjir mencapai hampir 10 meter dan nyaris menyentuh atap bangunan. Sekitar 200 santri sempat dievakuasi ke rumah warga yang berada di lokasi lebih tinggi dan kemudian dipulangkan ke rumah orang tua masing-masing. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.

Hingga dua pekan pascabanjir, kondisi di sekitar pesantren masih memprihatinkan. Aliran listrik belum pulih dan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Bau menyengat juga tercium dari area tumpukan kayu, diduga berasal dari bangkai hewan ternak yang terbawa arus banjir.

Sementara itu, bantuan logistik berupa sembako, perlengkapan memasak, dan kasur mulai berdatangan dari para donatur. Namun, warga berharap ada solusi cepat untuk mengevakuasi kayu-kayu gelondongan yang masih menumpuk agar aktivitas pendidikan dan kehidupan warga dapat kembali normal.

Dalam laporannya, jurnalis Zilvia Iskandar menyebutkan salah satu dugaan penyebab parahnya banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera pada akhir November 2025 adalah meningkatnya deforestasi. Data menunjukkan, luas hutan yang beralih fungsi di Sumatera melonjak dari sekitar 33 ribu hektare pada 2023 menjadi 91 ribu hektare pada 2024.

Redaksi | insetgalusnews | dilansir dari Metro TV

Berita Terkait

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam OTK di Bandara Karel Sadsuitubun
Ketua DPRK Gayo Lues Raih Penghargaan Internasional di Bali
Penalty Casino Avis Et Analyse
Эльдорадо казино на деньги онлайн казино с честными условиями
Eldorado casino регистрация онлайн казино с мгновенным доступом
Eldorado онлайн казино играть в казино без сложностей
Эльдорадо казино официальный сайт удобный сайт для онлайн игры
Эльдорадо Казино Онлайн Рабочее Зеркало Для Входа И Регистрации Сегодня

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan