GAYO LUES | insetgalusnews.com | Puluhan hektare sawah warga Desa Tungel, Kecamatan Rikit Gaib alih fungsi jadi timbunan pasir setelah bencana Hidrometeorologi meluluh lantakkan areal persawahan didesa tersebut.
Akibatnya, lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat tidak lagi dapat difungsikan, Senin (22/12/2025).
Banjir bandang tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai selama tiga hari dua malam. Luapan air membawa sedimen berupa pasir, lumpur, serta material kayu yang kemudian menutup lahan persawahan warga dengan ketebalan bervariasi.
Sejumlah warga mengaku banjir datang secara tiba-tiba dengan arus yang deras. “Air datang cepat dan membawa banyak pasir. Sawah yang baru ditanami tertutup seluruhnya,” ujar Gun, salah seorang warga Desa Tungel.
Ia mengatakan, kerugian yang dialami warga cukup besar karena sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari hasil panen padi. Kondisi sawah yang tertimbun pasir membuat warga belum dapat memastikan kapan aktivitas pertanian dapat kembali dilakukan. “Kami membutuhkan bantuan untuk membersihkan dan memulihkan lahan pertanian ini,” katanya.
Hingga kini, warga bersama aparat desa masih melakukan pembersihan secara manual. Namun, proses pemulihan berjalan lambat mengingat luasnya area sawah yang terdampak serta keterbatasan peralatan.
Redaksi |Noviel Wijayandi


































