GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pasca bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues, harga kebutuhan pokok hingga kini masih belum menunjukkan penurunan. Kondisi tersebut terjadi meskipun jalur utama penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara telah kembali berfungsi dan arus transportasi mulai berangsur normal.
Pantauan insetgalusnews.com di lapangan menunjukkan, kenaikan harga dirasakan hingga ke tingkat pedagang kecil. Salah satunya pada jajanan martabak yang sebelumnya dijual seharga Rp10.000 per potong, kini naik menjadi Rp15.000 per potong atau mengalami kenaikan sekitar 50 persen.
Seorang pedagang jajanan yang berjualan di pinggir jalan utama Kota Blangkejeren mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena harga bahan baku belum mengalami penurunan sejak pascabencana. Menurutnya, harga tepung dan bahan pendukung lainnya masih bertahan tinggi.
“Bahan-bahan masih mahal, jadi kami terpaksa menaikkan harga jual agar tetap bisa berjualan,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Sementara itu, pedagang di tingkat grosir menyebutkan bahwa tingginya harga barang masih dipengaruhi oleh biaya angkutan yang belum sepenuhnya kembali normal. Ongkos transportasi dari Medan menuju Blangkejeren dinilai masih relatif tinggi, meskipun kondisi jalan utama sudah dapat dilalui.
“Kami membeli barang dari luar daerah dengan ongkos angkut yang masih mahal, sehingga harga jual ke pengecer belum bisa diturunkan,” kata salah seorang pedagang grosir.
Namun berdasarkan amatan media ini, tarif angkutan barang menggunakan truk roda enam dari Medan ke Gayo Lues telah mengalami penurunan. Pada masa tanggap darurat bencana, ongkos angkut sempat mencapai Rp2.000 per kilogram karena medan jalan harus memutar jauh via jalur Abdya, sementara saat ini tercatat turun menjadi sekitar Rp1.000 per kilogram, karena kondisi jalan sudah berangsur normal walaupun beban kenderaan harus dibatasi.
Dalam kondisi normal sebelum bencana, ongkos angkut berada di kisaran Rp600 per kilogram.
Kondisi belum turunnya harga kebutuhan pokok tersebut menuai keluhan dari masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, baik melalui pengawasan distribusi maupun evaluasi biaya transportasi, agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan pascabencana.
Redaksi | insetgalusnews.com


































