Siapa Bertanggung Jawab? Warga Atu Sepit Mengaku Diminta Ratakan Tapak Huntara

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:55 WIB

50736 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga yang mengaku perataan tapak telah mereka kerjakan selama 15 hari secara swadaya tanpa pamrih, Kamis (12/2).

Warga yang mengaku perataan tapak telah mereka kerjakan selama 15 hari secara swadaya tanpa pamrih, Kamis (12/2).

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Warga Dusun Atu Sepit, Kampung Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, mengeluhkan metode perataan tapak Huntara di wilayah mereka. Keluhan muncul karena warga mengaku diminta meratakan lahan secara swadaya sebelum pembangunan dimulai.

Sejumlah warga menyebut adanya instruksi tidak tertulis agar masyarakat membantu meratakan lokasi pembangunan. “Rata-rata warga sudah sekitar 15 hari bekerja meratakan tapak. Saat itu ada arahan, kalau ingin pembangunannya cepat, segera ratakan pertapakan masing-masing,” ujar salah seorang warga di lokasi, Kamis (12/2/2026).

Pembangunan Huntara di Dusun Atu Sepit Kampung Ramung Musara, Putri Betung, Kamis (12/2)

Selain itu, warga juga meminta kejelasan terkait anggaran perataan lahan, karena mereka mendengar dikecamatan lain perataan tapak dikerjakan oleh alat berat, sementara mereka melakukan perataan tapak dengan swadaya, oleh karena itu mereka berharap apabila terdapat alokasi dana untuk pekerjaan tersebut, dana itu dapat disalurkan langsung kepada masyarakat yang telah melakukan pekerjaan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data yang dihimpun dilokasi menyebutkan, total huntara yang direncanakan di Kampung Ramung Musara berjumlah 280 unit atau 56 kopel. Rinciannya, 16 kopel di Dusun Atu Sepit, 5 kopel di Dusun Daun Salam, dan sisanya di wilayah Begade Empat.

Progres pembangunan Huntara di Atu Sepit sebagian sudah dalam tahap pemasangan dinding, Kamis (12/2)

Camat Putri Betung, Sofyan, saat dikonfirmasi mengatakan pihak kecamatan belum mengetahui secara pasti metode pelaksanaan proyek tersebut. Namun, ia mengaku sempat mendengar informasi adanya arahan untuk memanfaatkan tenaga warga dalam proses perataan tapak, atau kemungkinan menggunakan alat berat milik PT HK yang sedang beroperasi di area tersebut.

“Kami dari kecamatan sempat meninjau lokasi untuk mengawasi kegiatan itu. Namun sampai saat ini kami belum mengetahui secara jelas bagaimana sistem pelaksanaan pembangunan huntara di desa tersebut, termasuk sistem perataan tapaknya,” kata Sofyan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini menjelaskan, masyarakat pada prinsipnya merupakan penerima manfaat program. Ia menegaskan pekerjaan perataan tapak seharusnya menjadi tanggung jawab pihak terkait di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, polemik metode pengerjaan ini masih menunggu kejelasan teknis dari pihak penanggung jawab atau pelaksana proyek agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat penerima bantuan.

Redaksi | insetgalusnews.com

Berita Terkait

Dinilai Arogan, 111 Warga Kampung Persiapan Melelang Jaya Minta Pj Pengulu Dicopot
Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa
Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita
Bank Aceh Syariah Hadir, Bantu Korban Kebakaran Desa Ulun Tanoh
Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren
Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan
Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:58 WIB

AML Nilai MBG Lebih Tepat Dikelola Melalui Dapur SPPG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kampung Lokop Baru Gayo Lues

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Dari Gayo Lues ke Jakarta, Bupati Suhaidi Perjuangkan 7 Jembatan dan Jalan Lesten

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tegang di Dukuh Atas, 1.814 Mahasiswa Suarakan Delapan Tuntutan kepada Pemerintah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Jagong Jeget

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Satu Tewas dalam Bentrokan Antar Kelompok di Menteng, Delapan Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:52 WIB

Jelang Kongres II PNA, Irwandi Yusuf Nyatakan Siap Pimpin Kembali Partai

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:05 WIB

Di Balik Konten yang Menuai Kecaman, Ada Penyesalan; Dea Arranoya Memilih Meminta Maaf ke Publik

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan