Siapa Bertanggung Jawab? Warga Atu Sepit Mengaku Diminta Ratakan Tapak Huntara

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:55 WIB

50675 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga yang mengaku perataan tapak telah mereka kerjakan selama 15 hari secara swadaya tanpa pamrih, Kamis (12/2).

Warga yang mengaku perataan tapak telah mereka kerjakan selama 15 hari secara swadaya tanpa pamrih, Kamis (12/2).

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Warga Dusun Atu Sepit, Kampung Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, mengeluhkan metode perataan tapak Huntara di wilayah mereka. Keluhan muncul karena warga mengaku diminta meratakan lahan secara swadaya sebelum pembangunan dimulai.

Sejumlah warga menyebut adanya instruksi tidak tertulis agar masyarakat membantu meratakan lokasi pembangunan. “Rata-rata warga sudah sekitar 15 hari bekerja meratakan tapak. Saat itu ada arahan, kalau ingin pembangunannya cepat, segera ratakan pertapakan masing-masing,” ujar salah seorang warga di lokasi, Kamis (12/2/2026).

Pembangunan Huntara di Dusun Atu Sepit Kampung Ramung Musara, Putri Betung, Kamis (12/2)

Selain itu, warga juga meminta kejelasan terkait anggaran perataan lahan, karena mereka mendengar dikecamatan lain perataan tapak dikerjakan oleh alat berat, sementara mereka melakukan perataan tapak dengan swadaya, oleh karena itu mereka berharap apabila terdapat alokasi dana untuk pekerjaan tersebut, dana itu dapat disalurkan langsung kepada masyarakat yang telah melakukan pekerjaan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data yang dihimpun dilokasi menyebutkan, total huntara yang direncanakan di Kampung Ramung Musara berjumlah 280 unit atau 56 kopel. Rinciannya, 16 kopel di Dusun Atu Sepit, 5 kopel di Dusun Daun Salam, dan sisanya di wilayah Begade Empat.

Progres pembangunan Huntara di Atu Sepit sebagian sudah dalam tahap pemasangan dinding, Kamis (12/2)

Camat Putri Betung, Sofyan, saat dikonfirmasi mengatakan pihak kecamatan belum mengetahui secara pasti metode pelaksanaan proyek tersebut. Namun, ia mengaku sempat mendengar informasi adanya arahan untuk memanfaatkan tenaga warga dalam proses perataan tapak, atau kemungkinan menggunakan alat berat milik PT HK yang sedang beroperasi di area tersebut.

“Kami dari kecamatan sempat meninjau lokasi untuk mengawasi kegiatan itu. Namun sampai saat ini kami belum mengetahui secara jelas bagaimana sistem pelaksanaan pembangunan huntara di desa tersebut, termasuk sistem perataan tapaknya,” kata Sofyan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini menjelaskan, masyarakat pada prinsipnya merupakan penerima manfaat program. Ia menegaskan pekerjaan perataan tapak seharusnya menjadi tanggung jawab pihak terkait di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, polemik metode pengerjaan ini masih menunggu kejelasan teknis dari pihak penanggung jawab atau pelaksana proyek agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat penerima bantuan.

Redaksi | insetgalusnews.com

Berita Terkait

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam
Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:40 WIB

Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 19:40 WIB

Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIB

Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Kamis, 23 April 2026 - 21:22 WIB

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan