GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana dilaporkan telah mencapai sekitar 50 persen per 13 Februari. Total pembangunan direncanakan sebanyak 2.020 unit yang terbagi dalam 404 kopel di sejumlah titik lokasi.
Progres pembangunan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan ketersediaan lahan serta proses pembersihan lahan yang belum sepenuhnya selesai di beberapa lokasi.
Meski demikian, beberapa titik pembangunan ditargetkan dapat rampung lebih cepat. Huntara di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, serta di Desa Remukut, Cane Toa, dan Kuning Kurnia diproyeksikan dapat mencapai progres 100 persen sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, penyelesaian keseluruhan proyek huntara diperkirakan dapat dirampungkan oleh pihak pelaksana pada pertengahan Ramadhan, apabila tidak terjadi hambatan teknis tambahan.
Seperti diketahui, pembangunan huntara ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan kebutuhan tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak, sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap.
Redaksi | insetgalusnews


































