Evakuasi Jenazah Pendaki di Gunung Leuser Terkendala Cuaca Ekstrem

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 17:37 WIB

501,825 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gayo Lues bersama Tim Basarnas Aceh terus mengupayakan evakuasi seorang pendaki yang meninggal dunia di kawasan Pegunungan Leuser, Jumat (10/4/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini, mengatakan korban diduga meninggal akibat hipotermia atau kondisi penurunan suhu tubuh secara drastis saat melakukan pendakian.

“Korban diduga meninggal karena kedinginan. Secara medis disebut hipotermia,” ujar Muhaimini.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, kondisi di puncak Gunung Leuser cukup ekstrem, terutama pada musim penghujan. Selain berada di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, kawasan tersebut memiliki tingkat kelembapan dan curah hujan yang tinggi.

“Pada musim hujan seperti sekarang, suhu di puncak bisa mencapai sekitar 10 derajat Celsius,” katanya.

Menurut Muhaimini, proses evakuasi saat ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan tim. Cuaca buruk menjadi kendala utama, bahkan menghambat upaya evakuasi melalui jalur udara.

“Kondisi cuaca sangat ekstrem, sehingga helikopter tidak memungkinkan untuk digunakan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pos Basarnas Aceh wilayah Kutacane, Bustami Amri, mengatakan evakuasi darat menjadi satu-satunya opsi yang dapat dilakukan saat ini.

Ia menyebut tim penyelamat akan bergerak secara estafet menuju lokasi korban dengan harapan dapat bertemu dengan rombongan pendaki lain yang turun membawa korban.

“Evakuasi dilakukan secara estafet. Tim akan mendaki secara perlahan dan diharapkan bisa bertemu di tengah dengan pendaki yang menandu korban turun,” kata Bustami.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam
Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:40 WIB

Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 19:40 WIB

Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIB

Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Kamis, 23 April 2026 - 21:22 WIB

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan