Evakuasi Pendaki Dari Brimob dan Polres Galus Terkendala Cuaca, Komunikasi Terputus

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Minggu, 12 April 2026 - 18:02 WIB

50515 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pos SAR evakuasi pendaki di SDN Blang Jerango |fhoto|Basarnas|

Pos SAR evakuasi pendaki di SDN Blang Jerango |fhoto|Basarnas|

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Upaya evakuasi pendaki yang dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, masih terus berlangsung. Namun, tim gabungan dari Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Aceh dan Polres Galus menghadapi kendala cuaca ekstrem yang menyebabkan komunikasi terputus sementara.

Koordinator Pos Basarnas Aceh wilayah Aceh Tenggara-Gayo Lues, Bustami Amri mengatakan, personel Basarnas saat ini bersiaga di Pintu Rime Gayo, Desa Keudah.
“Tim Basarnas stay di Pintu Rime Gayo Keudah,” ujar Bustami, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi terakhir yang diterima mereka melalui radio, Sabtu (11/4/2026), tim gabungan dari Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Aceh dan Polres Gayo Lues telah mencapai pintu gerbang zona rimba Taman Nasional Gunung Leuser di kawasan Puncak Angkasan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pada hari ini tim tersebut belum dapat dihubungi. “Tim tidak bisa dihubungi, mungkin terkendala cuaca ekstrem, sehingga sinyal radio tidak dapat diterima,” katanya.

Sebelumnya, seorang pendaki bernama Kris Biantoro alias Bento, asal Binjai-Medan, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (9/4/2026). Korban diduga meninggal karena hipotermia saat dalam perjalanan menuju puncak Gunung Leuser, tepatnya di kawasan padang sabana di ketinggian 3100 mdpl yang dikenal sebagai “Lapangan Bola”.
Lokasi tersebut merupakan titik perkemahan terakhir yang biasa digunakan para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Korban diketahui berangkat bersama rombongan yang terdiri dari 16 orang, yakni 14 pendaki dan 2 pemandu.

Sebagai informasi, jalur pendakian melalui Desa Keudah, Kecamatan Blangjerango, menjadikan Puncak Angkasan sebagai titik awal memasuki zona rimba menuju puncak utama Gunung Leuser. Untuk mencapai titik tersebut, pendaki membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam perjalanan kaki dengan ketinggian berkisar 2.800 hingga 2.900 meter di atas permukaan laut.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus diupayakan oleh tim gabungan dengan memperhatikan kondisi cuaca di lokasi.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Gelap dan Berisiko, Warga Pining Tandu Jenazah di Jembatan Gantung Pintu Rime 
Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Gayo Lues Imbau Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi
Pelantikan Pengurus HIMARIWA PSDKU USK GAYO LUES Resmi Digelar
Tokoh Muda Dorong Hilirisasi Kopi untuk Tingkatkan Ekonomi Gayo Lues
Sungai Tripa Meluap, Permukiman Warga Kembali Terancam
BPBD Gayo Lues Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Badai di Dabun Gelang
Rumah Warga Badak Rusak Diterjang Badai, Damkar Plus Orari Bergerak Cepat Lakukan Penanganan
Dinkes Gayo Lues Ajukan Peningkatan Fasilitas Kesehatan ke Kemenkes

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:46 WIB

Gelap dan Berisiko, Warga Pining Tandu Jenazah di Jembatan Gantung Pintu Rime 

Sabtu, 18 April 2026 - 18:53 WIB

Pelantikan Pengurus HIMARIWA PSDKU USK GAYO LUES Resmi Digelar

Sabtu, 18 April 2026 - 18:36 WIB

Tokoh Muda Dorong Hilirisasi Kopi untuk Tingkatkan Ekonomi Gayo Lues

Rabu, 15 April 2026 - 22:19 WIB

Sungai Tripa Meluap, Permukiman Warga Kembali Terancam

Rabu, 15 April 2026 - 21:19 WIB

BPBD Gayo Lues Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Badai di Dabun Gelang

Rabu, 15 April 2026 - 19:06 WIB

Rumah Warga Badak Rusak Diterjang Badai, Damkar Plus Orari Bergerak Cepat Lakukan Penanganan

Selasa, 14 April 2026 - 10:49 WIB

Dinkes Gayo Lues Ajukan Peningkatan Fasilitas Kesehatan ke Kemenkes

Senin, 13 April 2026 - 19:24 WIB

Jenazah Pendaki Kris Biantoro Disepakati Disemayamkan di Puncak Gunung Leuser

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan