Evakuasi Pendaki Dari Brimob dan Polres Galus Terkendala Cuaca, Komunikasi Terputus

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Minggu, 12 April 2026 - 18:02 WIB

50669 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pos SAR evakuasi pendaki di SDN Blang Jerango |fhoto|Basarnas|

Pos SAR evakuasi pendaki di SDN Blang Jerango |fhoto|Basarnas|

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Upaya evakuasi pendaki yang dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, masih terus berlangsung. Namun, tim gabungan dari Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Aceh dan Polres Galus menghadapi kendala cuaca ekstrem yang menyebabkan komunikasi terputus sementara.

Koordinator Pos Basarnas Aceh wilayah Aceh Tenggara-Gayo Lues, Bustami Amri mengatakan, personel Basarnas saat ini bersiaga di Pintu Rime Gayo, Desa Keudah.
“Tim Basarnas stay di Pintu Rime Gayo Keudah,” ujar Bustami, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi terakhir yang diterima mereka melalui radio, Sabtu (11/4/2026), tim gabungan dari Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Aceh dan Polres Gayo Lues telah mencapai pintu gerbang zona rimba Taman Nasional Gunung Leuser di kawasan Puncak Angkasan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pada hari ini tim tersebut belum dapat dihubungi. “Tim tidak bisa dihubungi, mungkin terkendala cuaca ekstrem, sehingga sinyal radio tidak dapat diterima,” katanya.

Sebelumnya, seorang pendaki bernama Kris Biantoro alias Bento, asal Binjai-Medan, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (9/4/2026). Korban diduga meninggal karena hipotermia saat dalam perjalanan menuju puncak Gunung Leuser, tepatnya di kawasan padang sabana di ketinggian 3100 mdpl yang dikenal sebagai “Lapangan Bola”.
Lokasi tersebut merupakan titik perkemahan terakhir yang biasa digunakan para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Korban diketahui berangkat bersama rombongan yang terdiri dari 16 orang, yakni 14 pendaki dan 2 pemandu.

Sebagai informasi, jalur pendakian melalui Desa Keudah, Kecamatan Blangjerango, menjadikan Puncak Angkasan sebagai titik awal memasuki zona rimba menuju puncak utama Gunung Leuser. Untuk mencapai titik tersebut, pendaki membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam perjalanan kaki dengan ketinggian berkisar 2.800 hingga 2.900 meter di atas permukaan laut.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus diupayakan oleh tim gabungan dengan memperhatikan kondisi cuaca di lokasi.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa
Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita
Bank Aceh Syariah Hadir, Bantu Korban Kebakaran Desa Ulun Tanoh
Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren
Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan
Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok
Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:37 WIB

Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Rabu, 9 September 2026 - 11:10 WIB

Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan