GAYO LUES | insetgalusnews.com | Program penamaan kopi yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya para pelaku dan praktisi di sektor pertanian kopi.
Salah satu praktisi petani kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Gayo Lues, Jakaria S.Hut, menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program ini sangat baik dan berpotensi besar membantu peningkatan ekonomi masyarakat Gayo Lues, terutama bagi petani kopi,” ujar Jakaria, Kamis (23/4/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai menanam kopi karena komoditas tersebut memiliki prospek yang menjanjikan di pasar global.
Menurutnya, tanaman kopi relatif menguntungkan jika dikelola dengan baik. Ia mencontohkan kebun kopi miliknya yang telah berumur sekitar lima tahun dan saat ini berada dalam masa produktif.
“Pada usia lima tahun, tanaman kopi sudah sangat produktif dan dapat memberikan hasil yang optimal,” tambahnya.
Selain itu, Jakaria juga membagikan sejumlah tips menanam kopi arabika di ketinggian 900–1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang dinilai ideal untuk menghasilkan kualitas biji kopi terbaik.
Ia menjelaskan, pemilihan bibit unggul menjadi kunci utama. Petani disarankan menggunakan varietas arabika yang telah teruji agar tahan terhadap penyakit dan memiliki produktivitas tinggi.
Selanjutnya, kondisi lahan perlu diperhatikan, terutama kesuburan tanah dan sistem drainase. Tanah yang gembur dan kaya bahan organik sangat mendukung pertumbuhan tanaman kopi.
“Selain itu, tanaman kopi membutuhkan naungan. Gunakan pohon pelindung seperti lamtoro atau dadap untuk menjaga kelembapan dan suhu tetap stabil,” jelasnya.
Perawatan rutin seperti pemangkasan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit juga harus dilakukan secara berkala untuk menjaga produktivitas tanaman.
Ia menambahkan, pada ketinggian 900-1.000 mdpl, kopi arabika umumnya mulai berbuah pada usia 2-3 tahun dan mencapai puncak produktivitas pada usia 5 tahun dan seterusnya.
Lebih lanjut, Jakaria menegaskan saat ini pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kopi, mulai dari penyediaan bibit hingga pendampingan penanaman di lapangan.
“Dengan adanya dukungan pemerintah dari hulu ke hilir, ini menjadi peluang besar bagi masyarakat. Sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan,” tegasnya.
Program penamaan kopi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk kopi lokal serta memperkuat identitas kopi Gayo Lues di pasar nasional maupun internasional.
Redaksi | insetgalusnews


































