Anak Sungai Desa Palok Meluap, Lumpur Tutupi Badan Jalan. Camat Putri Betung: Jalur Blangkejeren-Kutacane Bisa Dilintasi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:30 WIB

50437 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kondisi jalan didesa Palok, Blangkejeren, Kamis 5 Februari 2026 | doc | Noviel Wijayandi |

kondisi jalan didesa Palok, Blangkejeren, Kamis 5 Februari 2026 | doc | Noviel Wijayandi |

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada Rabu malam (4/2/2026), menyebabkan anak sungai di Desa Palok kembali meluap dan membawa material tanah ke badan jalan.

Luapan air tersebut mengakibatkan ruas jalan nasional Blangkejeren-Kutacane, khususnya di sekitar Desa Palok, dipenuhi lumpur dan tanah merah. Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat. Titik terdampak terparah berada di kawasan Karang Anyar dan pada anak sungai yang membelah Desa Palok.

Hingga Kamis pagi (5/2/2026), air dilaporkan telah surut. Namun, sisa material lumpur masih menutupi sebagian badan jalan dan belum sepenuhnya dibersihkan, sehingga pengguna jalan diminta berhati-hati saat melintas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, luapan air juga sempat menggenangi sejumlah rumah warga di desa tersebut.

“Air mulai naik sekitar pukul 22.00 WIB. Beberapa rumah di bagian depan sempat terendam dan jalan langsung tertutup lumpur,” ujar salah seorang warga setempat.

Secara terpisah, Camat Putri Betung, Sofyan melaporkan, secara umum, khusus untuk kondisi jalur utama dari Kecamatan Putri Betung menuju Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, hingga saat ini masih aman untuk dilalui meskipun hujan mengguyur wilayah tersebut dalam dua hari terakhir.

“Saat ini jalur Putri Betung-Kutacane masih normal dan pada titik titik rawan tidak terdapat longsoran meskipun hujan mengguyur,” kata Sofyan kepada Insetgalusnews.com, Kamis (5/2/2026).

Namun demikian, Sofyan menambahkan pada ruas jalan di kawasan Serkil dan Tetumpun masih diberlakukan sistem buka-tutup akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih.

Insetgalusnews | Noviel Wijayandi

Berita Terkait

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam
Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:40 WIB

Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 19:40 WIB

Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIB

Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Kamis, 23 April 2026 - 21:22 WIB

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan