GAYO LUES | insetgalusnews.com | Antrean kendaraan untuk membeli BBM di SPBU Raklunung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, tetap terlihat sangat panjang meskipun pasokan bahan bakar telah empat kali tiba, Jum’at (19/12/2025). Kondisi ini membuat warga harus rela menunggu berjam-jam untuk memenuhi kebutuhan BBM sehari-hari.
Menurut informasi yang didapat, meskipun stok BBM sudah cukup terisi setelah empat kali kedatangan pengiriman, antrean kendaraan tidak kunjung mereda. Pengendara roda dua dan roda empat berjejer dari depan SPBU hingga ke jalan raya, mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Saya sudah dari tadi malam antri disini, dan saya tidur didalam mobil demi cepat mendapatkan BBM. Padahal saya dengar BBM sudah beberapa kali masuk, tapi antreannya masih begini panjang,” ujar salah seorang pengemudi roda empat, Samsul.
Meskipun pasokan sudah cukup, antrean panjang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sistem pembatasan pembelian BBM dan jumlah kendaraan yang terus meningkat. Setelah empat kali masuk BBM ke SPBU Raklunung pembatasan pembelian minyak masih berjalan, 3 liter untuk kendaraan roda dua, 15 liter untuk kendaraan roda empat, dan 25 liter untuk kendaraan roda enam.
Selain itu, akses jalan yang masih terbatas akibat dampak bencana juga menjadi salah satu penyebab antrean panjang. Pengiriman BBM yang biasanya datang dari Medan saat ini harus melalui Meulaboh, yang membuat waktu tempuh lebih lama dan kapasitas muatan terbatas.
Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka juga sempat singgah di SPBU Raklunung, Rabu lalu (17/12/2025) untuk memastikan kelancaran distribusi BBM pasca bencana. Ia menegaskan pemerintah memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat dan akan terus berupaya memperbaiki akses jalan serta distribusi BBM di daerah terdampak bencana.
Masyarakat diharapkan memiliki kesabaran dan pemahaman terhadap kondisi saat ini. Pihak terkait juga diharapkan dapat mencari solusi agar antrean BBM di SPBU Raklunung dapat segera membaik dan mobilitas warga kembali lancar.
Redaksi | Noviel Wijayandi


































