GAYO LUES | insetgalusnews.com | Satu unit kendaraan dinas Camat Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, dilaporkan hanyut terbawa arus sungai setelah jembatan Kala Nangka Kampung Seneren runtuh akibat hujan deras yang kembali mengguyur wilayah tersebut, Kamis (1/1/2026).
Camat Pantan Cuaca, Abdul Gani mengatakan, kendaraan dinas tersebut sebelumnya terjebak di atas jembatan Kala Nangka, yang menghubungkan Kampung Remukut, Seneren dan Tetingi, sejak 26 November 2025 lalu.
Menurut Abdul Gani, peristiwa itu bermula ketika Pengulu Kampung Remukut melaporkan adanya luapan air sungai yang mulai mengikis bangunan meunasah setempat, sehari sebelum bencana banjir besar terjadi. Menindaklanjuti laporan tersebut, camat langsung menuju lokasi.
“Namun saat kendaraan berada di atas jembatan, tiba-tiba abondemen jembatan runtuh akibat terjangan air. Saya sempat mencoba memundurkan mobil, tetapi bagian belakang jembatan juga mulai amblas,” ujar Abdul Gani.
Ia kemudian meninggalkan kendaraan tersebut dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Kampung Remukut untuk memastikan kondisi meunasah yang dilaporkan hanyut.
Setelah lebih dari sebulan terparkir di atas jembatan, hujan deras kembali melanda kawasan Pantan Cuaca pada Rabu malam (31/12/2025). Debit air sungai meningkat dan menggerus pondasi jembatan hingga akhirnya jembatan komposit tersebut runtuh dan menyeret kendaraan dinas camat.
“Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu saya berada di ibu kota kabupaten dan mendapat laporan dari warga jembatan Kala Nangka runtuh dan mobil yang berada di atasnya ikut hanyut,” kata Abdul Gani.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi jembatan yang runtuh menyebabkan akses antara Kampung Remukut, Seneren dan Tetingi terputus total.
Redaksi | insetgalusnew


































