GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kronologis dugaan nasi basi dalam Program Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 6 Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, akhirnya mencuat ke publik. Peristiwa ini terjadi Jumat, 12 September 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun insetgalusnews.com dari berbagai sumber, termasuk keterangan Kepala Sekolah SDN 6 Blangkejeren, Samsudin SPd, kejadian bermula sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu, pihak dapur penyedia makanan menelepon dirinya dan meminta agar nasi segera dibagikan kepada siswa.
“Saya mengiakan, tetapi juga merasa curiga. Sebelum dibagikan, saya membuka wadah dan mencium aroma tidak sedap dari nasi tersebut bersama tenaga pendidik lain,” ujar Samsudin, Sabtu (13/9).
Mengetahui kondisi itu, Samsudin langsung mengambil keputusan menghentikan pembagian makanan demi mencegah dampak buruk terhadap kesehatan siswa. Ia kemudian melaporkan temuannya kepada petugas pelayanan gizi.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.30 WIB, setelah siswa pulang sekolah, salah seorang wali murid menghubungi Samsudin menanyakan alasan anak-anak tidak mendapat makan siang gratis. Samsudin menjelaskan bahwa nasi beraroma tidak sedap sehingga tidak dibagikan.
Wali murid tersebut lantas menanyakan apakah nasi masih ada di sekolah. Samsudin menjawab tidak mengetahui pasti karena dirinya sudah pulang, dan menduga nasi telah dijemput oleh petugas pelayanan gizi.
Tak lama berselang, informasi dugaan nasi basi tersebut menyebar di media sosial dan menimbulkan beragam reaksi masyarakat.
Sementara itu, pemerhati sosial Gayo Lues, Jeck Gayo, menilai kronologis kejadian ini terkesan mengandung unsur kesengajaan dari pihak pengelola. Ia menduga pihak dapur sudah mengetahui kondisi nasi, namun tetap meminta sekolah segera membagikannya.
“Atas peristiwa ini, saya minta pihak berkompeten atau pengawas program nasional MBG segera menindaklanjutinya. Jangan sampai ada pihak yang mengkhianati program Presiden Prabowo, karena tujuannya sangat baik,” ujarnya.
Di sisi lain, sikap tegas kepala sekolah yang menolak membagikan nasi beraroma tidak sedap itu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, kru insetgalusnews.com belum memperoleh keterangan resmi dari pemerintah Kabupaten Gayo Lues, meski telah menyampaikan pertanyaan terkait langkah antisipasi kepada Sekretaris Daerah agar kasus serupa tidak terulang. Kemudian Kru juga menghadapi kesulitan menghubungi pihak pengelola program MBG di Gayo Lues karena keterbatasan informasi mengenai siapa yang bertanggung jawab sebagai pengelola.
Redaksi | insetgalusnews.com | tetap membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan atau hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.


































