“Bukan Narasi, Kopi Kakao Untuk Anak Negeri”
By: Malik Lingga
Bukan sekadar jual beli narasi, di tanah kopi dan kakao berdiri mimpi. Dari lembah sunyi Gayo Lues nan damai, terbit harap menembus batas langit dan sempadan negeri jiran.
Tanah subur tak cukup sendiri, jika tangan petani tak disulut cahaya teknologi. Biji kakao, meski harum, perlu tata cara agar harum itu sampai ke dunia.
Dari Malaysia datang niat, bukan mencuri, tapi membangun niat bersahabat. Dari bibit hingga biji, dari tanah ke pasar, dibimbing agar sejajar-dengan Cina, dengan Filipina, bahkan lebih besar.
Lapangan kerja akan tumbuh, bukan hanya angka, tapi ruang napas bagi anak kampung.
Putri Betung, Pining, Terangun bersiap menanam masa depan, karena harapan sejati, dibangun bukan sekadar ucapan.
Mari berbenah, bukan menyerah. Bangkit bersama, bukan hanya percaya. Gayo Lues bisa bersinar, asal kemauan tak sekadar di meja, tapi di ladang, di tangan, di dada kita.
Blangkejeren, 26 Juni 2025


































